BAZNAS Bulukumba juga menjalin kemitraan erat dengan pemerintah desa dalam hal pendataan, pelatihan, serta pengawasan, guna menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
“Ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari pembangunan ekonomi mikro yang berkelanjutan,” tambah Yusuf Shandy.
Program BMD diharapkan menjadi model baru pemberdayaan zakat produktif di Kabupaten Bulukumba dan akan diperluas ke wilayah lain sesuai hasil evaluasi dan kesiapan masyarakat.
Kepala Desa Salassae, Gito Sukamdani, menyampaikan apresiasi atas peluncuran program ini. “Program ini sangat bermanfaat dan kami siap bersinergi dengan BAZNAS Bulukumba untuk menciptakan inovasi lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Kambuno, Syahrullah Syam. “Kami berterima kasih atas kepercayaan BAZNAS. Program ini memberi peluang besar bagi masyarakat untuk berkembang dan tumbuh bersama,” tutupnya.
RR










