“Saya tidak ingin media itu hanya ikut saja karena hanya ingin mendapat ‘kue’ dari pemerintah. Media juga harus mengkritik apa yang dilakukan oleh pemerintah jika memang perlu dikoreksi. Jadi, kita harus kembali pada harkat dan martabat media dan ini menjadi bagian kritik sosial. Sebab, kalau tidak ada yang kritik bisa bahaya, dikira pemerintah itu sudah bagus bekerja, padahal tidak ada yang sempurna. Itu kami sangat percaya. Oleh sebab itu, kami menganggap media adalah mitra,” kata Ismawaty Nur panjang lebar.
Ismawaty Nur merespon positif tentang ajakan kerja sama yang ditawarkan PWI dan Pedoman Rakyat dalam kaitannya peningkatan kapasitas (capacity building).
Benny Manuhua, yang jauh-jauh dari Bandung sangat berbangga bisa hadir pada peringatan HUT ke-78 Harian Pedoman Rakyat. Sebenarnya, kata Benny, tahun-tahun kemarin ada kerinduan, namun dengan jarak yang tidak memungkinkan, hari ini Senin (3/3/2025) bisa berkumpul bersama, setelah tahun sebelumnya rencana Tuhan juga ada.
“Sekembali dari gereja bertemu dengan teman-teman, sekaligus terpanggil untuk hadir berkumpul di sini dan berharap semoga tahun depan kita bisa lebih bagus,” ujar Benny Manuhua.
Benny mengungkapkan, pernah bercita-cita dan belum pernah disampaikan kepada teman-teman yang sering berkomunikasi. Satu kali ada saatnya dia ingin tepat 1 Maret, kita (Pedoman Rakyat) tampil satu hari saja dalam bentuk surat kabar. Entah itu 1.000 eksemplar, atau 2.000 eksemplar.
“Saya berharap pada ulang tahun ke-80 mudah-mudahan kita semua Panjang umur, bisa melakukan rencana itu, satu hari saja, pas 1 Maret. Semoga bisa terealisasi dengan cara bagamana pun kita akan buat, sepanjang ada kebersamaan,“ ujar Benny dalam acara yang dihadiri mantan Ketua PWI Pangkep Drs. H. Bisman, M.Si yang kini menjadi Penasihat PWI Pangkep.










