Jika Benny mengharapkan pada tahun 2027, PR akan terbit 1 Maret dalam bentuk cetak, Dahlan juga berharap pada usia ke-80 tahun itu, buku “Apa dan Siapa Wartawan PR” bisa juga terbit. Saat ini sebagian besar kisah Wartawan PR sudah dikumpulkan.
“Penerbitan buku ini penting karena menjadi memori kolektif yang dapat kita baca,” sebut Tokoh Pers versi Dewan Pers tersebut.
Ikut memberikan sambutan Pemimpin Umum Media Online Pedomanrakyat.co.id. Ardhy M.Basir yang pada intinya mengemukakan, saat ini banyak media menggunakan nama Pedoman, namun yang asli adalah “Pedomanrakyat.co.id” karena ada logo dan ada “Rakyat”-nya.
“Namun semua yang menggunakan nama “Pedoman” itu sama, jadi mohon ibu Kadis Kominfo mereka juga dilayani jika berhubungan dengan Kominfo,” ujar Ardhy sambil melirik Ibu Plt Kadis Kominfo Irmawaty Nur yang duduk satu jejer dengan Ketua IKA PR.
Peringatan HUT kali ini, selain dihadiri Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama James Wehantouw (anggota Dewan Penasehat PWI Sulsel), juga para alumni PR seperti Drs. H. Bisman, M.Si (mantan Ketua PWI Pangkep), Nadyah S.Sos, M.Rusdy Embas, Mahyuddin, Sudirman, S.Pd, Ramzy, Haluddin Ma’waleda (Pemimpin Pedomannews.com), Dr. Ir. Muh. Zainal Altim, ST, MT, Irwan D. Awing Pemred Bugis Pos yang sekaligus menjadi “master of Ceremony”, Founder K-Apel Rahman Rumaday, S.IP, Pemimpin Umum Pedoman Karya Drs. Asnawin Aminuddin, M.AP dan Drs. Muhammad Rusli, yang sekaligus keduanya membaca doa dalam acara peringatan tersebut.
Berganti nama 1950
Pedoman Rakyat terbit untuk pertama kali 1 Maret 1947 dengan nama pertama “Pedoman” dan “Pedoman Harian” yang pada awal diterbitkan oleh Soegardo dan Henk Rondunuwu.










