“Posyandu Anyelir 8 bukan hanya tempat pelayanan kesehatan. Dalam beberapa tahun terakhir, saat banjir terjadi, posyandu ini menjadi tempat berlindung sementara bagi warga,” ujar Muh. Sabir.
Ia menambahkan, kondisi bangunan yang tidak layak menjadi perhatian serius. Bersama Pj. Ketua RT 05, Bapak Muh. Yusuf M, SE, mereka sepakat untuk mendorong pembenahan menyeluruh agar posyandu bisa berfungsi lebih optimal ke depan.
“Siapa tahu ke depannya Posyandu Anyelir 8 bisa dikembangkan menjadi Posyandu Era Baru, seperti yang tercantum dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024,” tambah Muh. Sabir.
Regulasi tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan posyandu, termasuk dengan dinas pendidikan, dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta dinas sosial. Tujuannya adalah meningkatkan pelayanan terpadu kepada masyarakat.
Kegiatan kerja bakti ini mendapat antusiasme tinggi dari warga. Mereka hadir sejak pagi hari dan membawa perlengkapan kerja secara swadaya. Kebersamaan dan semangat gotong royong terasa kental di tengah-tengah kegiatan tersebut.
Dengan semangat kebersamaan itu, warga berharap agar upaya perbaikan ini menjadi awal dari peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan publik yang lebih baik di wilayah RW 08.
Pihak kelurahan diharapkan turut mendukung upaya warga, baik dari sisi pembinaan maupun penyediaan bantuan teknis ke depan. Perbaikan infrastruktur dasar seperti saluran air dan posyandu dinilai sangat penting untuk ketahanan lingkungan di masa mendatang.










