BERITAPERS || Suppa, Pinrang, — Yayasan Biharul Ulum Ma’arif memperingati milad ke-11 dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan. Bertempat di lingkungan MA Biharul Ulum Ma’arif, acara ini mengusung tema “Bersama Menguatkan Kebaikan”, menjadi ajang silaturahmi dan refleksi atas perjalanan panjang lembaga pendidikan berbasis keagamaan ini. Rabu (21/5/2025)
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Andi Abbas, S.H. (Kepala Desa Wiringtasi), Suhardi Hadi, S.Pd., M.Pd. (Ketua Umum PC DDI Lero), serta Ustad Zain (Imam Masjid Lero). Kehadiran para orang tua peserta didik yang memadati lokasi menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat terhadap madrasah ini.
Dalam sambutannya, Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan refleksi mendalam tentang perjalanan lembaga sejak awal berdiri hingga kini diakui oleh pemerintah.
“Dulu madrasah ini dicap sebagai sekolah ‘abal-abal’. Bahkan ada yang menyarankan agar jangan menyekolahkan anak di sini karena dianggap tidak resmi. Tapi kami tetap bertahan, berproses, dan hari ini alhamdulillah sudah bisa membuktikan diri,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tahun ini sebanyak 17 alumni berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri. Sementara 10 alumni tahun lalu masing-masing mendapatkan beasiswa sebesar Rp6 juta dari pemerintah. “Ini membuktikan bahwa kami diakui dan dipercaya pemerintah,” tegasnya.
Madrasah juga akan menerima bantuan pembangunan ruang kelas baru dan perpustakaan dari Kementerian PUPR sebagai bagian dari program revitalisasi madrasah.
“Pembangunan ini murni dari pemerintah pusat. Kami tinggal menerima kunci bangunan setelah selesai, tanpa kewenangan teknis. Jadi, saya tegaskan, jangan ada lagi prasangka miring terhadap madrasah ini.”
Ia menambahkan bahwa sebagian sarana belajar selama ini diperoleh melalui pembelian pribadi kepala madrasah secara kredit, sebagai bentuk komitmen terhadap kemajuan pendidikan.
Terkait pencairan Program Indonesia Pintar (PIP), Arifuddin meminta orang tua segera mengurus Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau surat keterangan tidak mampu ke kantor desa.

“Pencairan PIP diperkirakan bulan Juni atau Juli. Kami mohon kerja sama bapak-ibu. Alhamdulillah, Pak Desa siap memfasilitasi,” tuturnya.
Ia menutup sambutannya dengan pesan inspiratif: “Dalam hidup ini ada tiga jenis manusia: pencipta ide, pemecah masalah, dan penyebar gosip. Mari kita termasuk yang pertama dan kedua—jadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.”
Kepala Desa Wiringtasi, Andi Abbas, S.H., menyampaikan apresiasinya. “Kami dari pihak desa sangat ingin membantu madrasah ini karena keberadaannya sangat berarti di wilayah kami. Namun kami terkendala regulasi. Bantuan kepada lembaga pendidikan membutuhkan dasar hukum yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.”
Ia juga menanggapi isu-isu miring yang beredar. “Dari apa yang disampaikan Bapak Kepala Madrasah tadi, saya sangat terkesan. Dan saya tegaskan: tidak mungkin sekolah bisa berdiri dan menerima bantuan pemerintah jika statusnya ilegal. Bahkan setahu saya, di Kecamatan Suppa ini hanya ada satu Madrasah Aliyah—yakni yang kita banggakan hari ini.”
Ia menekankan pentingnya pendidikan keagamaan dalam menghadapi tantangan zaman. “Di tengah kemajuan teknologi yang membawa dampak negatif, anak-anak kita sangat membutuhkan pendidikan agama yang kuat. Dan saya melihat, madrasah seperti inilah tempat yang paling tepat untuk itu.”
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka acara milad ke-11.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada tiga peserta didik berprestasi. Suasana haru berlanjut saat doa penutup dipimpin oleh Suhardi Hadi, S.Pd., M.Pd., tokoh masyarakat dari Lero.
Kemeriahan memuncak dalam sesi pengundian doorprize, di mana pengambilan undian dilakukan langsung oleh Kepala Desa, menambah semarak dan antusiasme seluruh hadirin.
Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan semua pihak, Yayasan Biharul Ulum Ma’arif terus membuktikan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang unggul, terpercaya, dan berdampak nyata bagi masa depan generasi muda. (FHR)




















Discussion about this post