Jika diluar sana kita sering mendengar bahasa “Indonesia Gelap” alhamdulillah disini Indonesia terang meskipun cuaca sedang hujan, tutur salah satu pengurus Yayasan.
Setelah bulan ramadhan, rumah kuliner Yayasan Rumah Moderasi Makassar akan dibuka secara efektif yang direncanakan buka 24 jam, terangnya kembali.
Sementara, Kapolsek Tallo, Kompol H. Syamsuardi, S.Sos., MH mengatakan bahwa emangat bukan segalanya, namun tanpa semangat segalanya tidak akan berjalan dengan maksimal, ucapnya.
Kebetulan saya kenal dengan Ustadz Suryadi Mas’ud pada saat beliau baru bebas dari lapas dan saya masih menjabat sebagai Kapolsek Manggala, ulasnya lagi.
Saya sangat berbahagia karena di wilayah Polsek Tallo terdapat sekretariat Yayasan Rumah Moderasi Makassar, ucapnya sembari tersenyum.
Mari kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas khususnya wilayah Tallo agar tetap kondusif menjelang lebaran Idul Fitri 2025 1445 H, tegasnya penuh harap.
Dalam kesempatan itu pula, Ustad yang juga adalah anggota kepolisian, Iptu A. Syarif Alqadri AR, SH (Da’i Polri) dlaam ceramahnya menyampaikan kalau Islam adalah agama yang moderat, mustahil akan tercipta kedamaian jika tidak ada kedamaian antar agama, jelasnya.
Maka dari itu, sambung Syarif Al Qadri, mari kita hidup berdampingan dengan agama lain, kami harapkan kedepannya Yayasan Rumah Moderasi Makassar menjadi duta mitra pencegahan radikalisme dan terorisme, bebernya lagi.
Tanamkan kelembutan karena insyaallah kelembutan akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita, ulasnya.
Tak mau ketinggalan, DR. Usman Sofian, MA (Sekretaris FKUB Kota Makassar) dalam kesempatan itu juga mengungkapkan bahwa buka puasa bersama yang kita lakukan saat ini sebagai bentuk silaturahmi, mari saling memanusiakan karena sesungguhnya manusia itu tidak ada yang sempurna, tidak perlu kita memperlihatkan apa agama kita namun tunjukkan rasa nyaman terhadap keberadaan kita, ucapnya dengan nada tegas.
Lap: ALQdR, Editor: Kemal










