BERITAPERS || Siantar — Kisah inspiratif datang dari seorang wanita muda bernama Septiana, putri asli Kota Siantar, yang berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude dan IPK 3,78. Keberhasilannya ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi maupun kondisi fisik keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Septiana lahir dari pasangan tunanetra yang hidup sederhana. Sejak kecil, ia terbiasa melihat kedua orang tuanya berjuang keras demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski tidak dapat melihat, sang ayah dan ibu selalu memberikan dukungan penuh dan menanamkan nilai bahwa pendidikan adalah kunci masa depan.
“Bagi saya, lahir dari keluarga tunanetra bukan hambatan. Justru itu menjadi motivasi untuk membanggakan orang tua dan membuktikan bahwa kami mampu,” ujar Septiana.
Perjalanan pendidikannya tidak selalu mulus. Ia harus pandai mengatur waktu antara kuliah dan membantu orang tua di rumah. Namun, semangatnya yang pantang menyerah, ditambah doa tulus kedua orang tuanya, membuat Septiana mampu menuntaskan studi dengan hasil yang gemilang.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Meski tak dapat melihat secara fisik, mereka merasakan kebahagiaan luar biasa saat mendengar kabar putrinya lulus dengan predikat terbaik.
“Semoga apa yang saya capai ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman lain, bahwa tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha dan berdoa,” pungkas Septiana.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa tekad, kerja keras, dan doa mampu menembus segala keterbatasan, bahkan melahirkan prestasi yang membanggakan.










