BERITAPERS || Lero, Pinrang – Jalan utama Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kini menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang sejak lama dibangun menggunakan paving blok itu, hingga kini tidak pernah tersentuh program peningkatan infrastruktur. Kondisinya semakin hari semakin rusak, dipenuhi lubang, dan tidak nyaman dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Padahal, jalan ini merupakan urat nadi aktivitas warga Desa Lero. Setiap hari, jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, hingga jalur pengangkutan hasil perikanan. Rusaknya jalan jelas berdampak besar terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi warga.
Sejak bertahun-tahun lalu, masyarakat Desa Lero tidak tinggal diam. Mereka sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan jalan ini, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) hingga Musrenbang Kecamatan Suppa. Namun, semua usulan itu seperti tidak pernah menjadi prioritas, meski pemerintah daerah setiap tahun mengalokasikan anggaran infrastruktur hingga miliaran rupiah.
“Kami sudah sering sampaikan aspirasi dalam musrenbang. Bahkan hampir setiap tahun jalan ini diusulkan, tapi entah kenapa sampai sekarang tidak pernah direalisasikan. Padahal, kabarnya anggaran ada sampai dua miliar lebih tiap tahun,” keluh Basri, tokoh masyarakat Lero.
Kerusakan jalan utama ini sangat dirasakan masyarakat. Ketika musim hujan, lubang-lubang jalan tertutup genangan air sehingga membahayakan pengendara. Sementara pada musim kemarau, debu beterbangan dan mengganggu kesehatan warga.
Bagi nelayan, kerusakan jalan memperlambat pengangkutan hasil panen. Nelayan dan pedagang pun harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk transportasi karena kendaraan mereka cepat rusak akibat kondisi jalan. Sementara itu, anak-anak sekolah harus berhati-hati agar tidak terjatuh ketika melintas setiap pagi.
“Kalau hujan, air menggenang di lubang-lubang. Motor sering tergelincir, apalagi kalau malam hari. Anak-anak sekolah juga sering jatuh. Kami benar-benar berharap jalan ini segera diperhatikan,” ungkap Rahmawati, seorang guru di Desa Lero.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang tidak lagi menunda perbaikan jalan ini. Mereka menilai bahwa infrastruktur dasar seperti jalan seharusnya menjadi prioritas utama karena menyangkut kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.
“Kami tidak mau lagi dijanjikan. Jalan ini bukan hanya kepentingan orang Lero, tapi juga jalur strategis untuk ekonomi masyarakat. Pemerintah harus segera turun tangan, jangan dibiarkan rusak terus begini,” tegas Basri.
Masyarakat Desa Lero tetap berharap bahwa suara mereka kali ini benar-benar didengar. Dengan kondisi jalan yang semakin rusak, mereka ingin ada langkah nyata dari pemerintah daerah, baik melalui program peningkatan kualitas jalan aspal maupun betonisasi, agar akses warga lebih lancar dan aman.
“Harapan kami, jalan ini diperbaiki bukan hanya ditambal sulam. Kami butuh jalan yang benar-benar kokoh dan tahan lama,” tambah Rahmawati.
Kini, semua mata tertuju pada komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mewujudkan janji pembangunan infrastruktur. Jalan utama Desa Lero menjadi bukti nyata bagaimana aspirasi masyarakat perlu lebih diperhatikan dan dijadikan prioritas demi kesejahteraan bersama. (Mlp)





















Discussion about this post