BERITAPERS || Makassar – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali menggelar aksi pra-kondisi di pertigaan Jalan Boulevar dan Pettarani, Makassar. Aksi tersebut bukan sekadar penyampaian aspirasi, tetapi juga momentum penandatanganan petisi pencopotan Kapolri sebagai bentuk sikap politik mahasiswa atas tragedi kemanusiaan yang menimpa driver ojek online, Affan Kurniawan.
Dalam aksi yang berlangsung pada Kamis sore itu, mahasiswa menyuarakan tiga poin utama tuntutan, yaitu:
Copot Kapolri.
Tangkap dan adili seluruh oknum aparat yang terlibat dalam kasus tewasnya driver ojol Affan Kurniawan.
Hentikan segala bentuk tindakan represif terhadap ruang-ruang demokrasi rakyat.
Jenderal Lapangan GAM, Fajar Wasis, menegaskan bahwa tragedi Affan Kurniawan merupakan cerminan gagalnya institusi kepolisian menjalankan amanah konstitusi.
“Tragedi tewasnya driver ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas mobil Brimob pada 28 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kepolisian telah gagal menjalankan fungsi sebagai pelindung dan pengayom rakyat. Aparat yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi ancaman yang mencederai demokrasi dan merenggut nyawa rakyat kecil yang tengah mencari nafkah,” ujarnya lantang.
Menurut Fajar, reformasi total kepolisian adalah harga mati. Ia menilai pemerintah tidak punya alasan untuk menunda langkah tegas dalam menindak aparat yang lalai maupun bersikap represif.
“Kapolri harus segera dicopot, aparat yang terlibat harus diadili, dan ruang demokrasi rakyat harus dilindungi, bukan dibungkam,” tambahnya.
Di sisi lain, Panglima Besar GAM, Banggulung, juga menyoroti tindakan represif kepolisian yang dinilai semakin memperburuk situasi.
“Penahanan ratusan massa aksi memperlihatkan wajah asli institusi kepolisian yang kerap mengedepankan kekerasan dibandingkan perlindungan terhadap rakyat. Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa demokrasi di Indonesia sedang berada di ujung tanduk,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aksi pra-kondisi ini bukanlah puncak gerakan. Menurutnya, GAM telah merancang aksi besar pada esok hari sebagai lanjutan dari gelombang protes mahasiswa.
“Aksi pra-kondisi ini akan terus berlanjut dan akan mencapai puncaknya pada esok pagi,” jelas Banggulung di hadapan peserta aksi.
Aksi mahasiswa ini mendapat perhatian dari pengguna jalan yang melintas, meskipun situasi tetap berjalan kondusif. Para aktivis menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya soal kasus Affan Kurniawan, melainkan menyangkut masa depan demokrasi dan reformasi total kepolisian di Indonesia.



















