BERITAPERS || Suppa, Pinrang – Di balik semarak pembangunan yang terus bergulir hingga pelosok desa, terdapat sosok-sosok penggerak yang jarang disorot publik, namun kiprahnya sangat menentukan arah kemajuan masyarakat. Salah satunya adalah Karman, pendamping desa Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, yang dengan penuh dedikasi mengabdikan diri demi kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai tenaga pendamping profesional (TPP), Karman bukan sekadar pelaksana program, melainkan juga penjaga semangat kebangsaan. Dengan jiwa patriot, ia mengedepankan nilai nasionalisme serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui peran nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan desa.
“Pendamping desa harus hadir bukan hanya di balik meja, tapi di tengah masyarakat. Kita menjadi sahabat sekaligus penggerak agar desa semakin maju dan mandiri,” ujar Karman saat ditemui di Suppa.
Dalam tugasnya, Karman berperan aktif membimbing perangkat desa, kelompok masyarakat, hingga para pelaku usaha kecil menengah. Ia memastikan program pembangunan benar-benar tepat sasaran, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur desa, penguatan ekonomi lokal, hingga mendorong transparansi pengelolaan dana desa.
Lebih dari itu, Karman juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif di masyarakat akan pentingnya gotong royong. Menurutnya, tanpa partisipasi aktif masyarakat, pembangunan desa tidak akan berjalan optimal. “Gotong royong adalah jiwa desa. Kalau ini hilang, maka semangat pembangunan juga akan melemah,” ungkapnya.
Komitmen Karman dalam mendampingi desa sejalan dengan 8 Misi Asta Cita Maju Menuju Indonesia Emas 2045, di mana desa menjadi pilar utama dalam pembangunan bangsa. Dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, otomatis Indonesia sedang menyiapkan fondasi kokoh menuju kemajuan di tahun emas 2045.
“Desa adalah ujung tombak Indonesia. Kalau desa kuat, negara pun akan kokoh. Tugas kami memastikan program pemerintah hadir sampai ke lapisan masyarakat paling bawah,” tambah Karman.
Tak berlebihan jika sosok Karman disebut sebagai patriot di tingkat akar rumput. Ia tidak hanya mendampingi secara administratif, tetapi juga menjaga persatuan masyarakat di tengah perbedaan. Pendekatan humanis yang ia lakukan membuat masyarakat lebih mudah menerima program pembangunan.
Karman meyakini, menjaga nasionalisme tidak cukup hanya melalui seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata. Dengan menanamkan rasa cinta tanah air, ia berharap masyarakat desa tetap teguh menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan globalisasi.
Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, Karman berharap masyarakat di Kecamatan Suppa semakin berdaya dan mandiri. Ia percaya, cita-cita Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera akan terwujud jika desa-desa berkembang secara merata.
“Harapan saya sederhana, masyarakat desa bisa hidup lebih baik, anak-anak bisa sekolah tinggi, dan generasi mendatang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya penuh optimisme.
Gerakan nasional pendamping desa pun terus digaungkan melalui tagar kebersamaan seperti #TPPJagaDesa, #TPPProvSulSel, dan #TPPKabPinrang, sebagai simbol persatuan tenaga pendamping dalam mengawal pembangunan desa di seluruh penjuru negeri.
Dengan hadirnya sosok seperti Karman, masyarakat desa semakin percaya bahwa pembangunan tidak hanya milik kota besar, tetapi juga hak setiap warga hingga pelosok negeri. (Mlp)



















