BERITAPERS || Parepare – Upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan di tingkat kelurahan. Salah satunya dilakukan oleh Pokja Cakupan Layanan dan Rujukan Keluarga melalui kegiatan kunjungan dan pendampingan kepada keluarga baduta maupun balita stunting, sekaligus menyalurkan bantuan non tunai, Selasa (9/9/2025).
Kegiatan berlangsung di RT 03/RW 02 dan RT 04/RW 03 Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, yang menjadi lokasi sasaran program. Rangkaian kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kelurahan Cappa Galung beserta rombongan, didampingi oleh Lurah Cappa Galung, Kasi Kesra Kelurahan, Pengurus Kampung KB, serta Tim Rumah Dataku Cappa Galung.
Dalam kesempatan tersebut, tim melakukan kunjungan ke rumah-rumah keluarga penerima manfaat dengan memberikan edukasi seputar pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, pentingnya sanitasi, serta pencegahan risiko stunting sejak dini. Materi ini disampaikan dengan metode dialogis sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.
Ketua TP. PKK Cappa Galung Husnaeni Ansar Thalib dalam arahannya menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Keluarga adalah garda terdepan dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat. Dengan edukasi yang tepat dan perhatian pada asupan gizi, kita bisa mencegah terjadinya stunting sejak awal kehidupan anak,” ujarnya.
Selain edukasi, tim juga memberikan motivasi kepada para orang tua agar tetap semangat dalam menjaga tumbuh kembang anak. Kehadiran TP. PKK bersama unsur pemerintah kelurahan menjadi bentuk dukungan moral dan sosial bagi keluarga yang sedang berjuang memperbaiki status gizi anaknya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, kegiatan ini juga disertai dengan penyaluran bantuan non tunai untuk keluarga baduta/balita stunting. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, khususnya dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi.
Lurah Cappa Galung Ansar Talib, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif seluruh unsur yang terlibat. “Kami berterima kasih kepada TP. PKK, Kampung KB, dan Rumah Dataku yang konsisten bergerak di lapangan. Upaya ini selaras dengan program nasional percepatan penurunan stunting dan menjadi bentuk nyata kepedulian kita bersama terhadap generasi masa depan,” tuturnya.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga memerlukan sinergi antara PKK, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga penerima manfaat.
Kasi Kesra Kelurahan Cappa Galung, Nuraeni Nasir,S.Sos menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kesinambungan pendampingan. “Bukan hanya sekali kunjungan, tapi harus ada pemantauan berkala. Edukasi gizi, pola asuh, serta lingkungan sehat perlu terus dikawal agar benar-benar berdampak pada perbaikan status gizi anak,” jelasnya.
Kegiatan kunjungan, edukasi, dan penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Pemerintah kelurahan bersama TP. PKK menargetkan agar angka stunting di wilayah Cappa Galung dapat terus ditekan melalui pendekatan keluarga, edukasi berkelanjutan, serta dukungan sosial ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan semangat gotong royong, program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Kota Parepare untuk mencetak generasi emas yang bebas stunting di masa depan. (Mlp)


















