BERITAPERS || MAJENE — Festival Sandeq Teluk Mandar 2025 resmi ditutup Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Kelurahan Labuang, Majene. Minggu, (14/9). Perahu Bintang Maha Putra dari Desa Pambusuang berhasil meraih juara pertama lomba Sandeq Segitiga, mengungguli lima pesaing lainnya.
Dalam ajang budaya bahari yang berlangsung selama beberapa hari, perahu Bintang Maha Putra tampil sebagai pemenang utama lomba Sandeq Segitiga. Mereka sukses mengalahkan peserta lain, yaitu Air Mancur Dua, Athena, Mandala Bintang Timur, Cendrawasih, dan Sahabat Padi.
Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menilai kemenangan ini sebagai simbol keberkahan dan semangat kebersamaan masyarakat Mandar.
“Alhamdulillah kita sama-sama menyaksikan lomba Sandeq Segitiga yang dimenangkan Bintang Maha Putra. Kenapa bisa menang? Karena ada SDK-JSM di layarnya. Tatta Mabarakka (Pasti Berkah),” ujar Suhardi.
Daftar Juara Festival Sandeq Teluk Mandar 2025
- Bintang Maha Putra
- Air Mancur Dua
- Athena
- Mandala Bintang Timur
- Cendrawasih
- Sahabat Padi
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa Festival Sandeq tahun depan akan naik kelas menjadi ajang nasional, menyusul masuknya Sandeq Silumba dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
“Festival ini adalah kebaharian yang harus terus kita lestarikan. Putra-putri Mandar telah membuktikan jiwanya mampu mengarungi samudera, dan melalui Sandeq kita perkuat budaya sekaligus mendorong pariwisata dan perekonomian daerah,” tambahnya.
Penutupan festival juga ditandai dengan penyerahan simbolis alokasi anggaran sebesar Rp67 miliar untuk Kabupaten Majene. Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menyebut bahwa Festival Sandeq tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi strategi penguatan ekonomi masyarakat.
“Pelestarian nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mandar sejalan dengan tujuan akhir kita: peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar secara umum dan Majene secara khusus,” jelas Junda.
Acara penutupan dihadiri oleh Bupati Majene Andi Sukri Tammalele, Wakil DPRD Sulbar Suraidah Suhardi, Ketua Komisi I DPRD Sulbar Syamsul Samad, Anggota DPRD Sulbar Sukri Umar, Wakil Bupati Majene, serta pimpinan OPD. Kehadiran para tokoh ini menandakan sinergi lintas lembaga dalam mendukung pelestarian budaya bahari Mandar.
Festival Sandeq Teluk Mandar 2025 bukan hanya ajang budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas bahari Mandar sekaligus mendorong pariwisata Sulawesi Barat. Dengan rencana naik kelas menjadi ajang nasional, event ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan serta mendongkrak perekonomian daerah pada tahun-tahun mendatang. (***)




















