BERITAPERS – Yogyakarta, 29 September 2025 — Organisasi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Desakan ini muncul setelah Kapolri disebut memberi ruang kepada Ustaz Abdul Somad (UAS), yang menurut PNIB merupakan tokoh yang kerap dikaitkan dengan propaganda khilafah.
Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, menilai sikap Polri bertolak belakang dengan semangat menjaga persatuan bangsa.
“Tokoh khilafah seperti Abdul Somad dan Andri Kurniawan masih bebas melakukan safari dakwah yang menurut kami justru menyebarkan ideologi khilafah. Ini pengkhianatan terhadap NKRI dan harus dihentikan,” kata Gus Wal di Yogyakarta, Senin (29/9).
PNIB juga menilai pemberian panggung kepada tokoh-tokoh yang dianggap intoleran akan memperkuat radikalisme di kalangan generasi muda.
Mereka menyinggung sejumlah kasus terorisme yang melibatkan anak muda sebagai bukti dampak penyebaran paham khilafah.
“Polri seharusnya menjadi tameng persatuan bangsa, bukan malah mengundang tokoh yang memperdalam jurang perpecahan. Memberi panggung pada UAS yang diduga kerap menyampaikan pernyataan intoleran adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan kebhinekaan Indonesia,” ujar Gus Wal.
PNIB menegaskan tetap mendukung program moderasi dan toleransi beragama yang dijalankan pemerintah, Polri, TNI, BNPT, dan Densus 88.
Namun mereka menilai dukungan itu akan sia-sia jika aparat masih memberi kesempatan kepada tokoh yang diduga menyebarkan paham khilafah.
“Cukup. Tidak ada toleransi untuk pengkhianat Pancasila,” tutup Gus Wal.





















