Beritapers.Takalar, 6 November 2025 – Proyek pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Takalar senilai Rp2.548.500.000, yang didanai melalui APBN-SBSN tahun anggaran 2025, mengalami insiden ambruknya tiang-tiang penyangga pada 4 November 2025. Kejadian ini memicu pertanyaan mengenai standar kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Mega Buana Persada selaku pelaksana proyek.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sejumlah tiang yang baru saja dipasang roboh secara tiba-tiba. Insiden ini mengindikasikan adanya potensi masalah dalam konstruksi dan menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan para pekerja serta kualitas bangunan yang nantinya akan digunakan oleh siswa dan tenaga pengajar MIN 2 Takalar.
Adi Silele, perwakilan dari Gerakan Nusantara Pengabdi Masyarakat (GNPM), menyampaikan keprihatinannya atas insiden ini. Ia menyoroti beberapa aspek yang perlu diperiksa lebih lanjut, termasuk kualitas bahan yang digunakan, metode pelaksanaan konstruksi, serta potensi masalah pada struktur fondasi.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden ini. Penting untuk segera dilakukan investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti ambruknya tiang-tiang tersebut,” ujar Adi Silele kepada media pada 5 November 2025 di Takalar.
GNPM mendesak Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, bersama dengan konsultan pengawas proyek, CV Lingkar Karya Consul, untuk segera melakukan investigasi mendalam. Audit terhadap seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan, juga dianggap krusial untuk memastikan tidak ada indikasi penyimpangan yang dapat merugikan kepentingan negara dan masyarakat.
Hingga saat ini, CV Mega Buana Persada belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Upaya konfirmasi dari pihak media masih terus dilakukan untuk mendapatkan klarifikasi yang berimbang.
Insiden ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek-proyek pembangunan pemerintah. Penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas menjadi kunci utama dalam setiap tahapan proyek, demi mewujudkan infrastruktur yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat.





















Discussion about this post