Makassar – Tim gabungan TNI, Basarnas Makassar, dan Tim Reaksi Cepat PT Semen Tonasa berhasil menemukan bagian ekor pesawat yang diduga menjadi lokasi black box di kawasan pegunungan Tompobulu, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut didapatkan pada pukul 11.00 Wita, setelah tim khusus melakukan pencarian di medan ekstrem.
Kolonel Dody Triyo Hadi / KAS OPS IXV Hasanuddin menyampaikan, tim khusus yang dibentuk dari Yonif 700 Yudha Yudha Sakti Kodam XIV/Hasanuddin, Basarnas Makassar, serta Tim Reaksi Cepat Tonasa, berhasil mencapai titik ekor pesawat yang sebelumnya hanya teridentifikasi secara visual.
“Kemarin kami sudah mengidentifikasi secara visual, namun belum bisa menuju lokasi karena kontur medan yang sangat menantang. Setelah evaluasi dan rapat analisis, kami membentuk tim khusus dan pagi tadi berhasil menjangkau lokasi,” ujarnya di Posko Tompobulu, Rabu (21/01/2026).
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, tim menemukan potongan ekor pesawat dan di dalamnya terdapat benda yang diduga kuat sebagai black box. Benda tersebut masih berada di dalam struktur ekor pesawat dan belum terlepas dari dudukannya.
“Dari video yang dikirimkan tim di lapangan, secara visual diduga itu black box. Namun kami masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan resmi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” jelasnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini status temuan tersebut masih bersifat dugaan. Kondisi benda yang diduga black box juga dilaporkan masih utuh, namun verifikasi lebih lanjut akan dilakukan oleh KNKT.
Dalam operasi pencarian ini, tim telah melakukan evaluasi sejak hari pertama hingga hari kedua. Strategi pencarian kemudian diubah dengan memberikan bekal logistik yang cukup kepada setiap personel untuk operasi jangka panjang.
“Kami menyiapkan logistik di ransel masing-masing anggota dan dapur lapangan juga berfungsi optimal. Dukungan Natura dari Bapak KSAD sangat membantu sehingga operasi bisa berlanjut hingga hari ketiga,” tambahnya.
Saat ini, tim masih menunggu arahan pimpinan terkait proses evakuasi dan lokasi tujuan pengamanan black box. Evakuasi direncanakan dilakukan dengan memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan personel.
“Kami perkirakan butuh waktu sekitar tiga jam. Kami tidak ingin terburu-buru karena risiko terpeleset sangat tinggi. Jarak dari puncak ke titik ekor sekitar 150 meter,” pungkasnya.










