BERITAPERS || PINRANG – Menindaklanjuti informasi yang beredar luas di media sosial terkait kondisi pendidikan di wilayah terpencil, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pinrang, Andi Matjtja, S.Sos, melakukan kunjungan resmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pinrang, Rabu (21/1/2026).
Kunjungan tersebut secara khusus membahas keberadaan MI DDI Kelas Jauh Batulosso yang terletak di Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, wilayah pegunungan dengan akses dan fasilitas pendidikan yang masih sangat terbatas. Sekolah ini menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial menyoroti keterbatasan sarana prasarana, akses belajar siswa, serta kondisi tenaga pendidik yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Matjtja menegaskan bahwa meskipun madrasah berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, pemenuhan hak pendidikan anak-anak di Kabupaten Pinrang merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Walaupun MI berada di bawah naungan Kementerian Agama, namun anak-anak yang belajar di sana adalah generasi Pinrang. Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Pendidikan adalah hak dasar yang wajib kita perjuangkan bersama,” tegas Andi Matjtja.
Ia menambahkan, persoalan pendidikan di wilayah terpencil tidak dapat diselesaikan secara parsial dan membutuhkan sinergi lintas sektor. Koordinasi dengan Kemenag diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam peningkatan fasilitas, layanan pendidikan, serta kesejahteraan tenaga pendidik di wilayah pegunungan Lembang.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Pinrang yang tertinggal pendidikannya hanya karena faktor geografis. Sinergi ini menjadi langkah awal untuk mencarikan solusi terbaik, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Andi Matjtja menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemetaan kebutuhan secara menyeluruh, termasuk kondisi sarana prasarana, jumlah dan kualifikasi tenaga pendidik, serta aksesibilitas sekolah. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi dan langkah tindak lanjut bersama instansi terkait.
Sementara itu, pihak Kementerian Agama Kabupaten Pinrang menyambut baik kunjungan dan komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Koordinasi lintas lembaga dinilai sangat penting agar madrasah, khususnya yang berada di daerah terpencil, tetap mendapatkan perhatian dan dukungan yang proporsional.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan hingga ke pelosok daerah. Diharapkan, hasil koordinasi ini dapat segera ditindaklanjuti demi meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak di Kecamatan Lembang.
Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus mengawal kemajuan pendidikan hingga menjangkau pelosok Bumi Lasinrang, demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. (Mlp)










