BERITAPERS || MAKASSAR — Kota Makassar benar-benar menjadi “Rumah Bersama” bagi ribuan pejuang politik muda dari seluruh penjuru tanah air. Gedung pertemuan di Hotel Claro Makassar berubah menjadi lautan putih saat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang mempertemukan seluruh elemen kekuatan partai, mulai dari DPP, DPW, hingga DPD se-Indonesia, Kamis (29/1/2026).
Mengusung tema besar “PSI Rumah Bersama Politik Terbuka, Kerja Nyata untuk Indonesia”, Rakernas kali ini bukan sekadar ajang kumpul rutin. Agenda ini menjadi kristalisasi semangat PSI untuk menegaskan jati dirinya sebagai partai yang inklusif, transparan, dan fokus pada solusi konkret bagi persoalan rakyat.
Antusiasme peserta tahun ini mencatatkan angka yang luar biasa, menunjukkan mesin partai sedang dalam kondisi panas dan siap bergerak. Sebagai tuan rumah, Sulawesi Selatan menunjukkan basis kekuatannya dengan menghadirkan 1.264 kader.
Namun, yang lebih mengesankan adalah gelombang dukungan dari luar pulau. Sebanyak 1.440 delegasi yang berasal dari DPW dan DPD seluruh Indonesia dari ujung Sumatera hingga tanah Papua turut memadati lokasi acara. Total ribuan kader dan relawan ini menyatu dalam satu komitmen: memperkuat struktur organisasi untuk menyongsong kemenangan di masa depan.
Sebuah kejutan besar yang akan mengubah peta politik nasional maupun daerah pecah di arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI. Tokoh kunci sekaligus magnet politik Sulawesi Selatan, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai NasDem dan memilih berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Momen dramatis ini terjadi di tengah sesi Rakernas yang dihadiri ribuan kader. Dalam suasana yang penuh haru sekaligus gegap gempita, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengumumkan langsung bergabungnya sang “Macan Politik Sulsel” tersebut ke dalam barisan gajah. Prosesi ini ditandai dengan pemakaian jaket PSI berwarna putih oleh Kaesang kepada RMS, yang disambut riuh sorak-sorai ribuan peserta.
Keputusan RMS berpindah haluan tentu mengejutkan banyak pihak. Namun, bagi mantan Bupati Sidrap dua periode ini, alasannya tergolong sederhana namun tajam secara politis. Ia menegaskan kehadirannya di PSI adalah untuk menjadi “mesin pendorong” kemenangan partai anak muda ini di masa depan.
“Saya bergabung hanya ingin membantu memenangkan PSI pada Pemilu 2029. Motivasi khusus tidak ada, saya cuma mau masuk saja di PSI,” ujar RMS dengan gaya bicara yang lugas saat ditemui wartawan di sela-sela acara.
Bergabungnya RMS diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap target besar yang sebelumnya dicanangkan Kaesang dan Ketua DPW PSI Sulsel, Gandi Rusdi. Jika sebelumnya Kaesang meminta Gandi untuk “bekerja keras”, kehadiran RMS seolah memberikan jalan tol bagi percepatan penguasaan suara di akar rumput.
Kini, dengan jaket putih yang melekat di pundaknya, RMS siap menanggalkan seragam biru lamanya dan mulai menenun strategi baru bersama barisan anak muda. Langkah berani ini menegaskan bahwa Rakernas Makassar bukan sekadar rapat kerja biasa, melainkan momentum deklarasi kekuatan baru yang siap mengguncang kontestasi politik 2029.






















Discussion about this post