BERITAPERS || BULUKUMBA — Selasa, 18 Agustus 2026. Penggiat antikorupsi Arif Dinata menyatakan dukungannya kepada H. Andi Hamzah Pangki untuk memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Bulukumba. Dukungan tersebut didasarkan pada pengalaman panjang, rekam jejak organisasi, serta kiprahnya dalam dunia politik selama lebih dari dua dekade.
Arif menilai H. Andi Hamzah Pangki merupakan kader yang telah berproses cukup lama di Partai Golkar. Perjalanannya dimulai sejak 2000 sebagai aktivis Golkar di Kecamatan Gantarang. Pada 2002 hingga 2007, ia dipercaya sebagai Sekretaris Umum AMPG Bulukumba.
Pada 2009, H. Andi Hamzah Pangki masuk dalam struktur DPD II Partai Golkar Bulukumba dan terpilih sebagai anggota DPRD melalui daerah pemilihan Gantarang–Kindang untuk periode 2009–2014. Ia kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Golkar Kabupaten periode 2010–2015.
Karier legislatifnya berlanjut setelah kembali terpilih sebagai anggota DPRD periode 2014–2019 dan dipercaya menjabat Ketua DPRD. Di internal partai, ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Pemenangan Pemilu periode 2015–2020 dan Ketua Golkar Bulukumba periode 2020–2025.
H. Andi Hamzah Pangki kembali terpilih sebagai anggota DPRD untuk periode berikutnya, namun mengundurkan diri untuk maju sebagai calon bupati. Setelah itu, ia dipercaya berada di Dewan Pertimbangan Golkar Bulukumba periode 2021–2024. Pada 2026, ia mendapat kepercayaan di DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Wakil Bendahara.
“Beliau merupakan kader yang sudah lama berproses di Partai Golkar. Pengalaman organisasi dan politiknya menjadi modal penting untuk memimpin serta melakukan konsolidasi partai,” ujar Arif.
Arif berharap, apabila H. Andi Hamzah Pangki dipercaya memimpin DPD II Partai Golkar Bulukumba, partai tersebut dapat kembali memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
“Insya Allah, kami berharap Golkar Bulukumba kembali berjaya, meraih kursi terbanyak dan merebut kembali posisi pimpinan DPRD Kabupaten Bulukumba,” katanya.
Menurut Arif, pencapaian tersebut harus dilakukan melalui strategi politik yang terukur dengan tetap mengedepankan integritas, transparansi dan kepentingan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana Golkar semakin solid, profesional dan dipercaya masyarakat. Pengalaman dan integritas harus menjadi bagian penting dalam kepemimpinan partai,” pungkasnya. (MLP)






















Discussion about this post