BERITAPERS || PINRANG – Kondisi Jalan Poros di wilayah Desa Wiring Tasi ke Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang sebelumnya beraspal mulus kini sebagian besar mengalami kerusakan berat. Lapisan aspal yang dulu menutup badan jalan telah terkikis habis, menyisakan permukaan tanah yang berlubang dan bergelombang di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan tampak merata di beberapa segmen jalan. Lubang dengan berbagai ukuran menghiasi badan jalan, sementara permukaan yang tidak rata menyebabkan kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah untuk menghindari potensi kecelakaan. Pada musim hujan, kondisi semakin memburuk karena banyak lubang tertutup genangan air sehingga sulit terdeteksi oleh pengendara.
Warga setempat mengungkapkan bahwa jalan poros tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman masyarakat dengan sekolah, pasar, tempat ibadah, serta pusat layanan publik lainnya. Setiap hari, jalan ini dilalui anak-anak sekolah, aparatur desa, pedagang, hingga nelayan yang hendak beraktivitas.
“Kondisinya sudah lama rusak, tapi makin parah beberapa bulan terakhir. Kalau hujan turun, lubang tertutup air dan sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak sekolah yang naik motor,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kerusakan infrastruktur tersebut juga berdampak pada aspek ekonomi masyarakat. Distribusi hasil pertanian dan perikanan menjadi terhambat karena kendaraan pengangkut harus ekstra hati-hati melintasi jalan rusak. Tidak jarang kendaraan mengalami kerusakan akibat menghantam lubang yang cukup dalam.
Beberapa pengendara roda dua mengaku pernah terjatuh akibat kehilangan keseimbangan saat melintasi jalan bergelombang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama yang tidak memiliki banyak alternatif akses lain.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan dan mengambil langkah konkret untuk perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam sementara. Warga menilai, sebagai jalan poros yang memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal, perbaikan infrastruktur tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap pemerintah daerah tidak menutup mata. Ini jalan utama masyarakat, apalagi banyak anak-anak yang setiap hari lewat untuk pergi dan pulang sekolah,” tambah warga lainnya.
Warga juga mendorong adanya perencanaan anggaran yang memprioritaskan perbaikan jalan poros Desa Wiring Tasi ke Desa Lero dalam waktu dekat, agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin. Mereka berharap perhatian serius dari pihak berwenang segera diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata di lapangan.
Dengan kondisi yang terus memburuk, masyarakat menilai percepatan perbaikan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas warga di wilayah pesisir Suppa tersebut. (MLP)










