BERITAPERS || MAKASSAR – Kamis, 5 Maret 2026. Nama Iptu Nasrullah Muntu menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir. Perwira kepolisian yang saat ini menjabat sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Panakkukang, Polrestabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan tersebut dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian di institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Iptu Nasrullah Muntu, pria kelahiran Jeneponto, 21 Juni 1987, dikenal sebagai sosok aparat penegak hukum yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya. Kariernya di kepolisian terbilang cukup panjang dan menunjukkan perkembangan yang konsisten sejak awal pengabdiannya.
Belakangan ini, namanya menjadi sorotan publik setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan yang mengakibatkan meninggalnya seorang remaja berusia 18 tahun, Bertrand Eka Prasetyo. Kasus tersebut tengah dalam proses penanganan dan menjadi perhatian berbagai pihak.
Namun di balik dinamika tersebut, Iptu Nasrullah Muntu juga dikenal memiliki sejumlah catatan prestasi dan pengalaman penting selama menjalankan tugas kepolisian. Salah satu yang cukup mendapat perhatian publik adalah aksi heroiknya bersama tim dalam menyelamatkan seorang balita bernama Bilqis yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di wilayah Suku Anak Dalam, Provinsi Jambi.
Upaya penyelamatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat serta institusi kepolisian karena dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian terhadap kemanusiaan. Tindakan tersebut memperlihatkan sisi humanis seorang aparat yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Sebelum menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Nasrullah Muntu juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Kasubnit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam berbagai penanganan kasus kriminal yang menjadi perhatian masyarakat di Kota Makassar.
Perjalanan kariernya di institusi kepolisian dimulai sejak mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) pada tahun 2005. Seiring berjalannya waktu, ia berhasil menapaki jenjang kepangkatan secara bertahap hingga akhirnya mengikuti Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2020 yang mengantarkannya menjadi perwira.
Pada tahun 2025, Nasrullah Muntu resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu), sebuah capaian yang mencerminkan konsistensi serta dedikasinya dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Tidak hanya menonjol dalam karier kepolisian, Iptu Nasrullah Muntu juga dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. Ia tercatat memiliki latar belakang akademik yang cukup beragam dan terus berkembang.
Ia memulai pendidikan formalnya di SD Negeri Lembangloe yang diselesaikan pada tahun 1999. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Modern Takalar pada tahun 2002, kemudian menyelesaikan pendidikan menengah di Madrasah Aliyah Pesantren Tarbiyah Takalar pada tahun 2005.
Menariknya, di tengah kesibukan sebagai anggota kepolisian, ia tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Nasrullah Muntu meraih gelar Diploma III di Akademi Keperawatan Mappaodang pada tahun 2011. Ia juga menempuh pendidikan Strata Satu di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia Makassar.
Semangat akademiknya tidak berhenti sampai di situ. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Dua di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan berhasil meraih gelar magister pada tahun 2019.
Puncaknya, pada tahun 2025 ia berhasil meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin (Unhas), salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia. Capaian ini menjadikannya salah satu anggota kepolisian yang memiliki latar belakang akademik yang cukup kuat di bidang hukum.
Selain pendidikan formal, Iptu Nasrullah Muntu juga mengikuti berbagai pelatihan pengembangan profesional, salah satunya Pelatihan Dasar Anti Teror pada tahun 2011 yang bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan.
Pengalaman internasional juga menjadi bagian dari perjalanan kariernya. Ia pernah dipercaya mengikuti penugasan dalam misi perdamaian dunia melalui Formed Police Unit (FPU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di UNAMID, Sudan. Penugasan tersebut merupakan salah satu bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme anggota Polri.
Atas dedikasi dan pengabdiannya dalam tugas tersebut, ia dianugerahi tanda kehormatan Satyalencana Bhakti Buana pada tahun 2013.
Dalam hal kemampuan personal, Iptu Nasrullah Muntu juga dikenal memiliki kemampuan bahasa asing yang baik. Ia tercatat aktif menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris, yang tentunya menjadi nilai tambah dalam berbagai tugas, khususnya dalam kerja sama internasional.
Berikut riwayat perjalanan kariernya di institusi kepolisian:
Riwayat Pangkat:
Bripda (2006)
Briptu (2010)
Brigpol (2014)
Bripka (2019)
Ipda (2020)
Iptu (2025)
Riwayat Jabatan:
BA Ditsamapta Polda Sulsel (17 Juli 2006)
BA Biddokkes Polda Sulsel (4 Februari 2014)
Banum Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sulsel (29 Agustus 2017)
Pama Polda Sulsel (24 September 2020)
Kasubnit Unitidik V Satreskrim Polrestabes Makassar (3 Februari 2021)
Pama Polrestabes Makassar (4 Januari 2021)
Dengan perjalanan karier, pendidikan, serta pengalaman penugasan yang cukup panjang, sosok Iptu Nasrullah Muntu dikenal sebagai figur aparat kepolisian yang memiliki kombinasi antara profesionalitas, kapasitas akademik, serta kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Terlepas dari berbagai dinamika yang tengah dihadapi, rekam jejak pengabdian dan prestasinya tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang anggota kepolisian dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada negara dan masyarakat. (MLP)










