• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Beras, Psikologi Konsumsi, dan Dampak Kesehatan di Indonesia: Sebuah Refleksi Empiris

Penulis: Ilham La Jamri (Mahasiswa Magister Psikologi UNM)

Kemal Situru by Kemal Situru
10 Maret 2026
in Berita Opini, Berita Terbaru
Reading Time: 2 mins read
0
Beras, Psikologi Konsumsi, dan Dampak Kesehatan di Indonesia: Sebuah Refleksi Empiris
75
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BERITAPERS || Opini – Sepiring nasi putih sering dianggap sebagai simbol identitas pangan utama warga Indonesia. Meskipun variasi pangan lokal seperti singkong atau sagu tetap tersedia, beras tetap menjadi sumber karbohidrat dominan.

Menurut data Badan Pangan Nasional (2023), konsumsi beras per kapita Indonesia mencapai sekitar 81,23 kilogram per tahun. Fenomena ini mengakar kuat pasca-era “berasisasi” pada dekade 1970–1980-an melalui kebijakan Revolusi Hijau yang masif.

Secara sosiologis, transformasi ini menciptakan hegemoni budaya—sebuah kondisi di mana nilai-nilai kelompok dominan (dalam hal ini, kebijakan pemerintah pusat) diterima sebagai norma umum yang tidak terbantahkan.

Beras putih dikonstruksikan sebagai standar pangan “beradab” dan indikator kemakmuran, yang secara perlahan meminggirkan keragaman pangan lokal Nusantara ke kelas sosial yang dianggap lebih rendah.
Namun, dominasi ini kini berbenturan dengan tantangan kesehatan global. Pada tahun 2024, International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa penderita diabetes di seluruh dunia telah mencapai 589 juta orang.

Di Indonesia, kondisinya sangat mengkhawatirkan dengan lebih dari 20,4 juta orang dewasa mengidap diabetes tipe 2 (IDF, 2024). Dengan prevalensi sekitar 11,3% pada penduduk usia di atas 15 tahun, Indonesia kini memiliki salah satu beban diabetes tertinggi di dunia.

Hubungan antara konsumsi nasi putih dan kesehatan metabolik menjadi sorotan tajam. Studi global oleh Bhavadharini et al. (2020) menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih ≥450 gram sehari berkorelasi dengan peningkatan risiko diabetes hingga 61% pada populasi Asia. Hal ini dipicu oleh indeks glikemik nasi putih yang tinggi, yang menyebabkan lonjakan cepat kadar gula darah dan memicu resistensi insulin dalam jangka panjang.

Di tingkat lokal, intervensi klinis memperkuat temuan tersebut. Sebuah studi kuasi-eksperimental di Puskesmas Cibadak (2022) menunjukkan bahwa substitusi nasi putih dengan beras merah pada pasien diabetes tipe 2 memberikan hasil signifikan. Penelitian ini mencatat penurunan kadar glukosa darah puasa yang stabil pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol, menegaskan bahwa perubahan jenis karbohidrat adalah strategi manajemen risiko yang efektif.

Fenomena ini juga dapat dibedah melalui kacamata kekerasan struktural. Konsep ini menjelaskan bagaimana sistem sosial atau kebijakan politik dapat “menyakiti” masyarakat secara perlahan tanpa adanya kekerasan fisik langsung. Dalam hal ini, ketergantungan pada beras putih yang dipicu oleh kebijakan subsidi dan standarisasi pangan selama puluhan tahun secara tidak langsung telah “menjebak” masyarakat dalam pola makan yang meningkatkan risiko penyakit metabolik.
Kondisi ini diperparah oleh adaptasi perilaku (behavioral adaptation)—proses di mana individu menyesuaikan tindakannya agar selaras dengan tuntutan lingkungan sosialnya.

Ketika nasi putih menjadi satu-satunya pilihan yang mudah diakses dan dianggap normal secara sosial, masyarakat secara otomatis beradaptasi dengan pola tersebut, meskipun kondisi kesehatan mereka terancam.
Sebagai simpulan, fenomena konsumsi beras di Indonesia adalah dinamika kompleks yang mempertemukan faktor historis, kebijakan ekonomi, dan risiko kesehatan. Mengatasi beban diabetes nasional memerlukan pendekatan holistik yang melampaui sekadar anjuran medis.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Perkuat Struktur Organisasi, DPW PNI Sulsel Gelar Rapat Perdana dan Konsolidasi Internal di Gowa

Perkuat Struktur Organisasi, DPW PNI Sulsel Gelar Rapat Perdana dan Konsolidasi Internal di Gowa

31 Agustus 2026

Kita perlu mendekonstruksi stigma sosial terhadap pangan lokal melalui kebijakan diversifikasi yang lebih inklusif. Hanya melalui sinergi antara edukasi gizi dan penyediaan akses pangan sehat, Indonesia dapat membangun ketahanan kesehatan yang berkelanjutan tanpa kehilangan akar budayanya.

Penulis: ilham la jamri
(Mahasiswa magister psikologi unm)

Post Views: 76
Tags: Berita OpiniPenulis: ilham la jamri (Mahasiswa magister psikologi unm)
Kemal Situru

Kemal Situru

Kemal Situru adalah tokoh yang terkait dengan dunia pendidikan dan jurnalistik, sering terlibat dalam acara pelatihan dan pengembangan keahlian jurnalistik untuk mahasiswa, menunjukkan peran aktifnya dalam meningkatkan literasi media dan kemampuan publikasi di kalangan umum dan akademisi. Dan juga figur yang mendorong kegiatan literasi serta publikasi di lingkungan kampus.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Perkuat Struktur Organisasi, DPW PNI Sulsel Gelar Rapat Perdana dan Konsolidasi Internal di Gowa

Perkuat Struktur Organisasi, DPW PNI Sulsel Gelar Rapat Perdana dan Konsolidasi Internal di Gowa

3 minggu ago
Load More

Related News

LMND Makassar Desak Transparansi Kasus Penembakan Warga di Toddopuli

LMND Makassar Desak Transparansi Kasus Penembakan Warga di Toddopuli

3 Maret 2026
Maulid Akbar di Desa Lero, Tradisi Arak Kuda Bagi Anak Khatam Al-Qur’an

Maulid Akbar di Desa Lero, Tradisi Arak Kuda Bagi Anak Khatam Al-Qur’an

29 September 2025
Bupati Takalar, Daeng Manye Resmi Tutup dan Beri Piala Bergilir Liga Ramadhan Hajasi Cup III

Bupati Takalar, Daeng Manye Resmi Tutup dan Beri Piala Bergilir Liga Ramadhan Hajasi Cup III

29 Maret 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?