BeritaPers. Gowa || – Kamis, 16 April 2026, menjadi saksi bisu terjadinya ledakan intelektual di Gedung A Lt. I UIN Alauddin Makassar. Tepat pukul 13.00 WITA, atmosfer ruangan mendadak memanas saat puluhan mahasiswa Prodi MPI dan Mahasiswa STIMI YAPMI Makassar berkumpul bukan untuk sekadar duduk mendengar, melainkan untuk dihancurkan mentalitas pecundangnya dan dibangun kembali menjadi singa podium. Pelatihan Public Speaking ini bukanlah agenda seremonial belaka, melainkan manifestasi radikal dari program Microleading yang dirancang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin dengan lisan setajam pisau bedah.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan bukti nyata keberanian eksekusi atas Memorandum of Agreement (MoA) antara Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTK UINAM dan STIMI YAPMI Makassar. Di saat banyak institusi hanya bangga menumpuk kertas perjanjian di atas meja, MPI UINAM dan STIMI YAPMI justru membakar semangat kolaborasi tersebut di lapangan. Ini adalah tamparan keras bagi mereka yang hanya berteori tanpa aksi; sebuah implementasi konkret yang menyatukan dua entitas pendidikan dalam satu frekuensi perjuangan intelektual.
Tampil sebagai orator tunggal yang memegang kendali penuh atas gairah audiens adalah Coach Muh Anwar HM. Sosok ini bukan sekadar pemateri; beliau adalah maestro komunikasi yang memadukan kedalaman akademis dosen FTK UINAM dengan ketajaman manajerial selaku Kaprodi Manajemen STIMI YAPMI Makassar. Dengan aura yang mendominasi dan retorika yang menghujam, Coach Anwar membedah anatomi Public Speaking bukan sebagai teknik bicara, melainkan sebagai alat kekuasaan dan pengaruh. Materi yang dibawakannya laksana badai yang meruntuhkan tembok ketakutan mahasiswa, memaksa mereka keluar dari zona nyaman menuju panggung keberanian.
Amelya Putri Azizah, mahasiswi MPI FTK UINAM yang bertindak sebagai moderator, tampil dengan kontrol emosi yang luar biasa di tengah tensi pelatihan yang tinggi. “Hari ini kita tidak sedang belajar bicara, kita sedang belajar menaklukkan dunia dengan kata-kata. Coach Anwar tidak memberikan kami materi, beliau memberikan kami senjata,” cetusnya dengan nada provokatif yang membakar semangat para peserta di awal sesi.
Antusiasme peserta pun meledak. Seorang mahasiswa MPI menyatakan, “Pelatihan ini benar-benar ekstrem. Kami dipaksa jujur pada kelemahan kami sendiri sebelum akhirnya dibentuk menjadi pribadi yang percaya diri.” Di sisi lain, seorang mahasiswa dari STIMI YAPMI Makassar turut menimpali, “Jarak jauh yang kami tempuh dari lokasi domisili kami menuju Kampus II UIN Samata Gowa terasa sangat sepadan. Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah transformasi mental yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya.”
Coach Muh Anwar HM sendiri, di sela-sela kegiatannya, memberikan komentar yang sangat tajam. “Dunia tidak butuh orang pintar yang bisu. Dunia butuh pemimpin yang mampu menggetarkan hati massa dengan narasinya. Mahasiswa MPI dan STIMI YAPMI harus menjadi garda terdepan dalam penguasaan opini publik. Jika kalian takut bicara, maka kalian telah memilih untuk punah dalam sejarah,” tegasnya dengan tatapan yang mengintimidasi sekaligus memotivasi.
Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, memberikan apresiasi yang luar biasa atas kegigihan mahasiswanya. Beliau menyoroti pengorbanan mahasiswa STIMI YAPMI yang secara geografis berdomisili sangat jauh dari pusat kegiatan di Gowa. “Kehadiran mahasiswa kami di sini, melintasi jarak yang tidak dekat, adalah bukti haus akan ilmu dan dedikasi terhadap MoA ini. Mereka membuktikan bahwa jarak hanyalah angka bagi jiwa-jiwa yang ingin maju. Inilah kolaborasi yang sesungguhnya; melampaui batas fisik demi keunggulan kompetensi,” ungkapnya bangga.
Senada dengan itu, Ketua Prodi MPI, Bapak Dr. Ahmad Afiif, S.Ag., M.Si, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral prodi terhadap masa depan mahasiswa. “Kami tidak ingin mencetak sarjana yang hanya jago di atas kertas. Melalui pelatihan ini, kami menciptakan pemimpin yang mampu mengartikulasikan visi mereka. Keterlibatan mahasiswa STIMI YAPMI memperkaya dialektika di kelas ini, menciptakan ekosistem belajar yang heterogen dan dinamis,” ujarnya dengan nada penuh wibawa.
Sekretaris Prodi MPI, Lisa Nursita, SE., M.Si, menambahkan bahwa integrasi mahasiswa dari dua kampus berbeda ini adalah langkah strategis untuk memperluas jejaring profesional mahasiswa sejak dini. “Melihat mahasiswa MPI dan STIMI YAPMI berbaur dalam satu tekanan pelatihan yang sama menunjukkan bahwa semangat civitas academica tidak terbatas pada satu dinding kampus. Inilah esensi dari manajemen pendidikan masa depan: kolaboratif, terbuka, dan inklusif,” pungkasnya.
Sepanjang sesi, suasana di Gedung A Lt. I bergetar oleh suara-suara lantang mahasiswa yang sedang mempraktikkan teknik pernapasan dan artikulasi tingkat tinggi. Tidak ada ruang bagi rasa malu. Coach Anwar dengan gaya khasnya terus memprovokasi peserta untuk mengeluarkan suara terdalam mereka, memastikan bahwa setiap kata yang keluar memiliki bobot intelektual dan daya ledak emosional yang tepat.
Keberhasilan acara ini menandai babak baru dalam pola pembinaan mahasiswa di lingkungan FTK UIN Alauddin Makassar. Sinergi antara keilmuan manajemen pendidikan Islam dengan praktisi pengembangan diri profesional terbukti mampu menciptakan efek kejut yang positif. Program pelatihan Public Speaking telah berhasil membuktikan dirinya bukan sebagai label hiasan, melainkan sebagai mesin pencetak pemimpin masa depan yang siap menggoncang panggung-panggung nasional maupun internasional.
Kegiatan ini menegaskan sebuah dogma akademik yang absolut: bahwa kepemimpinan tanpa kemampuan retorika adalah kelumpuhan strategis. Di bawah naungan Gedung A UIN Alauddin Makassar, sejarah baru telah dituliskan; bahwa sinergi antara MPI FTK UINAM dan STIMI YAPMI Makassar adalah poros kekuatan baru yang akan terus melahirkan orator-orator tangguh. Pelatihan ini berakhir, namun gema dari setiap kata yang terucap akan terus beresonansi di lorong-lorong kampus, memanggil setiap jiwa untuk berani berdiri, berani bicara, dan berani memimpin dunia!






















Discussion about this post