BeritaPers. Makassar || Langkah kaki yang bergetar di koridor kampus sejak pagi hari tak lagi terasa hampa. Ketegangan yang membeku selama berbulan-bulan di atas lembaran kerta ilmiah akhirnya pecah menjadi gemuruh haru. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Makassar kembali melahirkan ribuan jam keringat akademis menjadi momen bersejarah dalam pelaksanaan Ujian Skripsi sekaligus Yudisium Gelombang Ketiga.
Kamis, 3 September 2026, menjadi garis batas yang memisahkan antara masa depan yang gilang-gemilang dan kenangan manis masa perkuliahan. Sejak fajar menyingsing hingga jarum jam menunjuk angka 15.00 WITA, para peserta bertarung habis-habisan memertahankan argumentasi ilmiah di hadapan para dewan penguji. Setiap bantahan, sanggahan, dan lontaran pertanyaan menjadi ujian terakhir bagi mentalitas calon pemimpin bangsa.
Tepat saat waktu menunjukkan pukul 15.00 WITA, ketegangan ujian skripsi resmi mencair dan bertransformasi menjadi aura kebahagiaan yang meluap. Sebanyak 31 mahasiswa pilihan dinyatakan lulus dari jerat akademis dan berhak melangkah ke panggung Yudisium. Wajah-wajah lelah yang semula dibalut kecemasan mendadak bersinar terang saat memasuki ruang acara puncak.
Suasana khidmat kian terasa saat Ketua Program Studi Manajemen, Bapak Muh. Anwar, H.M., naik ke podium untuk menyampaikan laporan kegiatan. Dalam narasinya yang lugas dan penuh kebanggaan, beliau menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses akademik telah dilewati dengan standar kualitas yang ketat, melahirkan lulusan yang siap bertarung di dunia nyata.
“Hari ini menjadi bukti otentik dari dedikasi tanpa henti. Sebanyak 31 mahasiswa yang berdiri di sini telah melalui proses pembuktian intelektual yang tidak main-main. Kalian tidak hanya membawa pulang selembar ijazah, tetapi juga integritas, kapasitas analisis, dan jiwa kepemimpinan yang telah ditempa secara konsisten di prodi Manajemen,” ujar Bapak Muh. Anwar, H.M. dalam laporannya.
Momen klimaks yang mendebarkan berlanjut ketika Wakil Ketua I, Bapak Dr. Dahlan, mengambil alih panggung untuk membacakan Surat Keputusan penetapan nama-nama calon wisudawan. Satu per satu nama diumumkan dengan lantang, disambut gemuruh tepuk tangan dan helaan napas lega dari para peserta yang kini resmi menyandang status sebagai lulusan baru.
Prosesi berlanjut pada puncak acara, yakni pengukuhan gelar sarjana yang dipimpin langsung oleh Ketua STIMI Makassar, Bapak Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M. Dengan penuh ketegasan dan kehangatan seorang pimpinan, beliau secara resmi menyematkan kelulusan kepada 31 mahasiswa yang telah memenuhi seluruh kualifikasi akademik.
Di hadapan para lulusan yang emosional, Bapak Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M. menyampaikan orasi ilmiah dan pesan motivasi yang membakar semangat. Beliau mengingatkan bahwa gelar sarjana yang baru dikukuhkan bukanlah garis akhir untuk berpuas diri, melainkan tiket awal menuju pertarungan ekosistem global yang keras.
“Gelar sarjana di belakang nama kalian hari ini adalah sebuah beban kehormatan. Dunia di luar sana tidak peduli seberapa tinggi nilai kalian jika tidak disertai dengan keberanian untuk berinovasi dan daya tahan mental yang baja. Jadilah petarung yang merajai perubahan, bukan penonton yang tergilas oleh zaman. Bawa nama baik STIMI Makassar dengan karya-karya nyata yang menguncang masyarakat!” tegas Bapak Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.M.
Kehangatan acara kian sempurna dengan hadirnya seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) STIMI Makassar. Kehadiran para pendidik ini menjadi simbol dukungan tanpa batas, melepaskan anak-anak didik mereka dengan doa dan kebanggaan yang membuncah.
Isak tangis bahagia dan pelukan hangat mengalir deras di antara mahasiswa, dosen, serta staf kampus seusai prosesi penutupan. Momen kebersamaan tersebut memancarkan rasa kekeluargaan yang erat, menandai berakhirnya masa perjuangan mereka di bangku kuliah.
Melalui gelombang ketiga ini, STIMI Makassar kembali membuktikan komitmennya sebagai pencetak sumber daya manusia berkualitas di bidang manajemen. Sebanyak 31 alumni baru kini siap berlayar, menembus gelombang tantangan industri, dan mengukir jejak prestasi terbaik mereka bagi bangsa dan negara.










