BERITAPERS || Makassar, 23 April 2026 — Layanan Teknis SPK Badan Standardisasi Nasional (BSN) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan UPT Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan bertema “Peran Standardisasi dalam Penguatan Sektor Perikanan di Sulawesi Selatan: Phinisi Berlayar, Produk Perikanan Berstandar”.
Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur hidayati yang menegaskan komitmen BSN dalam mendukung penerapan standar di sektor perikanan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Acara ini dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelaku usaha perikanan, akademisi, pemerintah, serta masyarakat pesisir. Kehadiran yang begitu antusias menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya standardisasi produk perikanan sebagai fondasi penguatan daya saing sektor perikanan di Sulawesi Selatan.
Narasumber dan Materi
• Lyonni Ayu Evelhin, Fasilitator Pembinaan SNI BSN, menekankan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bukan hanya soal kepatuhan regulasi, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan kepercayaan konsumen terhadap produk perikanan. Selain itu menyampaikan peran pemerintah pusat dalam mendampingi pelaku usaha agar mampu memenuhi standar mutu, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Muh Ridha, Plt Kepala UPT BPMPP DKP Sulsel, membahas pentingnya Sertifikat Kelayakan Pengolahan sebagai salah satu pilar utama dalam menjamin kualitas produk perikanan. Sertifikat ini menjadi instrumen penting untuk memastikan proses pengolahan sesuai standar, sehingga produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak dipasarkan. Ia juga menekankan bahwa pilar produk perikanan berstandar harus mencakup aspek mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan.
Mariyani Pandin, Owner UKM 88 Marijo, berbagi pengalaman nyata bagaimana penerapan standar mutu membantu usaha kecil menengah bertahan dan berkembang, serta meningkatkan nilai tambah produk olahan perikanan lokal khususnya bandeng cabut duri.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan sektor perikanan yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berstandar Nasional.
Dengan penerapan SNI, produk perikanan Sulawesi Selatan diharapkan mampu menembus pasar global, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, serta memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai pusat perikanan nasional.
Kehadiran 300 peserta menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya standardisasi semakin tumbuh. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut pada program pendampingan dan implementasi nyata di lapangan.





















Discussion about this post