BERITAPERS || PAREPARE — Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalkan potensi genangan air kembali diperkuat oleh Pemerintah Kota Parepare melalui kegiatan pembersihan drainase di sejumlah titik strategis. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Jalan Andi Cammi, yang selama ini kerap mengalami penyumbatan aliran air, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi langkah teknis dalam mengatasi persoalan drainase, tetapi juga dimaknai sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah berharap, kehadiran aparat di lapangan dapat menjadi contoh sekaligus pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas Kebersihan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para petugas terlihat turun langsung ke dalam saluran drainase untuk mengangkat sedimen, lumpur, serta tumpukan sampah, khususnya limbah plastik yang selama ini menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, turut hadir meninjau langsung jalannya kegiatan guna memastikan proses pembersihan berjalan optimal dan sesuai target. Ia didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Parepare, Amarun Agung Hamka, yang juga memberikan penjelasan terkait langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
Dalam keterangannya, Amarun Agung Hamka menegaskan bahwa kegiatan pembersihan drainase ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota sebagai respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait genangan air yang kerap terjadi pasca hujan lebat.
“Ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bapak Wali Kota dalam merespons genangan pasca hujan lebat. Salah satu penyebab utamanya adalah penumpukan sampah plastik di drainase,” ujar Hamka.
Ia menjelaskan, selain faktor curah hujan yang tinggi, perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan menjadi penyumbang signifikan terhadap tersumbatnya saluran air. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat penanganan fisik, tetapi juga menyasar perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat.
Lebih lanjut, Hamka menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga fungsi drainase agar tetap optimal. Menurutnya, tanpa adanya kesadaran kolektif, upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan hasil yang maksimal dalam jangka panjang.
“Kesadaran ini harus dimulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan. Ini adalah tanggung jawab bersama demi kenyamanan dan keselamatan lingkungan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Parepare juga terus mendorong peningkatan edukasi lingkungan melalui berbagai program sosialisasi yang menyasar masyarakat di tingkat kelurahan hingga sekolah. Langkah ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan serta dampak negatif dari pengelolaan sampah yang tidak tepat.
Selain itu, kegiatan pembersihan drainase akan dilakukan secara berkala di berbagai titik rawan genangan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Melalui upaya terpadu ini, Pemerintah Kota Parepare berharap persoalan genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat diminimalkan secara signifikan. Lebih dari itu, diharapkan pula tumbuh kesadaran kolektif yang kuat di tengah masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Dengan sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, Parepare diharapkan dapat menjadi kota yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga memiliki budaya peduli lingkungan yang kuat dan berkesinambungan. (MLP)










