BERITAPERS || Parepare, 25 Juli 2026– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 Posko Kelurahan Ujung Bulu melaksanakan program kerja individu bertajuk “Budidaya Kangkung dan Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber) pada Sabtu (25/7) di Kebun Gizi Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Program yang diprakarsai oleh Muhammad Kody Alfheratz ini bertujuan memperkenalkan metode budidaya sederhana yang dapat diterapkan masyarakat sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus pencegahan stunting.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat serta perwakilan dari Kelurahan Ujung Bulu. Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada konsep Budikdamber, yaitu sistem budidaya terpadu yang menggabungkan pemeliharaan ikan lele dan penanaman kangkung dalam satu media berupa ember.
Metode ini menjadi alternatif yang efektif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap ingin memproduksi bahan pangan bergizi secara mandiri.
Melalui demonstrasi yang dilakukan secara langsung, Muhammad Kody Alfheratz menjelaskan tahapan pembuatan Budikdamber, mulai dari persiapan ember sebagai media budidaya, pemasangan wadah tanam kangkung, penebaran benih ikan lele, hingga teknik perawatan yang tepat agar ikan dan tanaman dapat tumbuh secara optimal.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kualitas air, pemberian pakan, serta waktu panen yang ideal sehingga sistem budidaya ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan rumah.
Program Budikdamber dipilih karena menggabungkan dua sumber pangan bergizi dalam satu sistem budidaya. Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, sedangkan kangkung mengandung vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi pemenuhan gizi keluarga.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi sederhana dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ujung Bulu melalui peningkatan akses masyarakat terhadap pangan bergizi.
Selain memberikan manfaat di bidang kesehatan, Budikdamber juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Sistem budidaya ini relatif mudah diterapkan, tidak memerlukan lahan yang luas, serta membutuhkan biaya yang terjangkau.
Hasil panen ikan lele dan kangkung tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai usaha budidaya skala rumah tangga yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta membuka peluang tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menutup kegiatan tersebut, Muhammad Kody Alfheratz menyampaikan harapannya agar program Budikdamber dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN.
“Program ini bisa menjadi inovasi yang diadopsi oleh masyarakat untuk mencegah stunting. Melalui Budidaya Kangkung dan Ikan Lele dalam Ember, masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang terbatas untuk menghasilkan bahan pangan bergizi secara mandiri.
Kami berharap inovasi sederhana ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Kody Alfheratz.
Melalui program kerja individu ini, Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Gelombang 116 berharap Budikdamber tidak hanya menjadi kegiatan selama masa KKN, tetapi juga dapat menjadi inovasi yang terus diterapkan oleh masyarakat Kelurahan Ujung Bulu.
Dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai media budidaya ikan lele dan kangkung, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan keluarga, meningkatkan kualitas gizi, serta berkontribusi dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat kelurahan.




















Discussion about this post