BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut anak terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di tingkat desa. Salah satunya berlangsung di Soroe, Desa Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang, pada Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Puskesmas Lanrisang dan dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes. Dalam kegiatan ini, masyarakat mendapatkan edukasi menyeluruh mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan anak secara keseluruhan.
Dalam penyampaiannya, drg. Bertha Yestiani menekankan bahwa menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab utama orang tua, yang tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan gigi dan mulut. Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian orang tua dalam mengenalkan kebiasaan merawat gigi sejak usia dini.
Dijelaskan bahwa menyikat gigi secara rutin merupakan langkah dasar dalam menjaga kesehatan gigi. Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan kebiasaan hidup bersih dan sehat secara menyeluruh. Tanpa perawatan yang optimal, berbagai risiko seperti gigi berlubang, radang gusi, hingga infeksi pada rongga mulut dapat terjadi.
Selain itu, konsumsi makanan manis yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama kerusakan gigi pada anak. Makanan seperti permen, es krim, serta minuman manis dapat memicu pertumbuhan bakteri dalam mulut yang mempercepat proses pembusukan gigi. Oleh karena itu, pengawasan orang tua terhadap pola makan anak sangat diperlukan.
Kesehatan gigi dan mulut yang terjaga tidak hanya mendukung kemampuan anak dalam berbicara dan mengunyah makanan, tetapi juga berpengaruh terhadap kepercayaan diri serta penampilan mereka. Gigi yang sehat akan membantu anak menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, juga disampaikan beberapa langkah yang dapat diterapkan oleh orang tua. Di antaranya mengajak anak memilih sendiri sikat dan pasta gigi agar lebih termotivasi, mengajarkan teknik menyikat gigi yang benar, serta membiasakan menyikat gigi minimal dua kali sehari.
Orang tua juga diimbau untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, terutama jajanan yang sering dikonsumsi anak di lingkungan sekolah. Edukasi mengenai dampak buruk gula terhadap kesehatan gigi perlu diberikan sejak dini agar anak memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan diri.
Selain itu, pemeriksaan gigi secara rutin ke fasilitas kesehatan sangat dianjurkan, minimal setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan berkala ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini potensi gangguan kesehatan gigi dan mulut, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Lanrisang ini, diharapkan masyarakat, khususnya para orang tua, semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Dengan perawatan yang tepat sejak dini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. (MLP)









