PAREPARE — Sabtu, 2 Mei 2026. Wali Kota Tasming Hamid menghadiri peresmian Auditorium Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada (IAS) pada Kamis, 30 April 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan infrastruktur pendidikan tinggi di Parepare, sekaligus mempertegas komitmen kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi akademik.
Auditorium yang baru diresmikan tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan akademik dan nonakademik, mulai dari perkuliahan umum, seminar nasional, hingga kegiatan kemahasiswaan. Kehadiran fasilitas representatif ini dinilai akan meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar serta memperluas ruang interaksi ilmiah di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Tasming Hamid menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian dan perkembangan IAS yang dinilai semakin progresif. Ia secara khusus menyoroti keberhasilan Program Studi Magister Manajemen yang berhasil meraih akreditasi unggul, sebagai indikator peningkatan mutu pendidikan di institusi tersebut.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Parepare. Apalagi dengan hadirnya Program Studi Kriminologi yang tergolong langka di Indonesia, tentu menjadi nilai tambah yang sangat strategis bagi pengembangan keilmuan di daerah,” ujar Tasming.
Menurutnya, keberadaan program studi unggulan di IAS membuka peluang lebih luas bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum di Parepare untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus ke luar daerah. Hal ini dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.
“Dengan fasilitas dan program studi yang tersedia, ASN maupun masyarakat tidak perlu lagi keluar kota untuk melanjutkan pendidikan. IAS sudah menjadi pilihan yang layak dan kompetitif,” tambahnya.
Tasming juga memberikan apresiasi kepada Rektor IAS, Prof. Bakhtiar Tijjang, atas kepemimpinan dan inovasi yang terus mendorong kemajuan kampus. Ia menilai, capaian IAS tidak terlepas dari manajemen yang solid serta komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tingginya jumlah mahasiswa IAS yang menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi bukti nyata keberhasilan kampus dalam memperluas akses pendidikan.
“Sekitar setengah dari mahasiswa IAS mendapatkan bantuan KIP. Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dari pihak kampus dalam menjangkau dan mendukung mahasiswa,” jelasnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Parepare dan IAS. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang strategis, termasuk pengembangan sumber daya manusia, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Tasming menegaskan bahwa Pemerintah Kota Parepare terbuka untuk memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam rangka mendorong kemajuan daerah melalui sektor pendidikan.
“Kami siap berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul,” tutupnya.
Peresmian auditorium ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik kampus, tetapi juga mencerminkan semangat bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas di Kota Parepare. (MLP)










