BERITAPERS || PAREPARE — Sabtu, 2 Mei 2926. Peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat terkait insiden yang melibatkan seorang pria lelaki (RST) di Alya Cafe akhirnya diluruskan oleh berbagai pihak. Kejadian yang berlangsung pada Selasa malam, 28 April 2026, sekitar pukul 21.00 WITA tersebut dipastikan bukan merupakan kejadian peristiwa yang diberitakan di medsos, melainkan berkaitan dengan kondisi kesehatan psikologis yang dialami oleh yang bersangkutan.
Dari keterangan pihak medis, diketahui bahwa lelaki (RST) mengalami gangguan psikologis yang telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Dokter menjelaskan bahwa kondisi tersebut mengarah pada depresi yang tidak tampak secara kasat mata atau dikenal sebagai depresi fungsional. Dalam kondisi ini, seseorang dapat terlihat normal dalam aktivitas sehari-hari, namun sebenarnya mengalami tekanan mental yang cukup berat.
Gangguan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan hormon serta fungsi otak. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memicu munculnya halusinasi, khususnya halusinasi pendengaran (auditory), di mana penderita seolah mendengar suara-suara tertentu yang dapat memengaruhi perilakunya saat itu.
Pihak medis, Dokter Psikiater RSUD Andi Makkasau, dr Arman, menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan gangguan kesehatan mental murni dan tidak memiliki kaitan dengan hal-hal mistis atau supranatural. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengaitkan kejadian ini dengan hal-hal di luar penjelasan medis.
Sejalan dengan itu, pihak kepolisian juga memastikan bahwa tidak ditemukan unsur tindak kriminal dalam peristiwa tersebut. Kapolsek Bacukiki, AKP Bustan Tarika, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan di lokasi kejadian tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun keterlibatan pihak lain.
“Dari hasil pemeriksaan, tidak ada unsur pidana maupun kekerasan. Kejadian ini murni berkaitan dengan kondisi pribadi yang bersangkutan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan adanya unsur mistik dalam peristiwa tersebut adalah tidak benar dan tidak dapat dibuktikan.
“Informasi yang beredar terkait hal mistik itu tidak benar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, lelaki (RST ) diketahui berada di tempat tersebut bersama rekannya dan sempat berada di lantai atas sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan. Ia kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, lelaki (RST) sendiri telah menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf kepada publik. Ia menegaskan bahwa tidak pernah memiliki niat ataupun rencana untuk melakukan peristiwa yang di beritakan di medsos.
“Saya tegaskan bahwa tidak ada rencana atau niat untuk melakukan hal tersebut. Apa yang terjadi murni karena kondisi kesehatan saya. Saya juga memohon maaf kepada pemilik Alya Cafe dan semua pihak atas kegaduhan yang terjadi,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkonsultasi dengan dokter dan saat ini dalam proses penanganan lebih lanjut.
Sebagai penegasan, berbagai pihak memastikan bahwa Alya Cafe bukanlah tempat yang memiliki unsur atau aktivitas berbau mistik sebagaimana yang sempat diberitakan di media sosial. Informasi tersebut dinilai tidak benar dan tidak berdasar, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi serta tetap bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. (MLP)










