BeritaPers. Makassar || Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti ruan pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) YAPMI Makassar pada Rabu (20/5/2026). Kampus yang dikenal sebagai pencetak mutiara manajemen di Indonesia Timur ini menerima kunjungan spesial dari rombongan santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Istiqamah Ngata Baru, Sulawesi Tengah. Kehadiran para pencari ilmu dari bumi Tadulako ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi lintas provinsi sekaligus membuka cakrawala baru bagi masa depan akademik generasi muda pesantren.
Sebanyak 8 orang santri dan santriwati yang menjadi perwakilan resmi Ponpes Al-Istiqamah hadir dengan didampingi oleh dua pembina setianya, yaitu Ustaz Syarif Hidayat dan Ustadzah Anthie. Kedatangan rombongan ini disambut langsung secara terhormat dan penuh kekeluargaan oleh jajaran pimpinan tertinggi STIMI YAPMI Makassar. Tampak hadir menyambut, Ketua STIMI YAPMI Makassar Bapak Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Ibu Adrianah, S.Pd., M.Pd, serta Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen Bapak Dr. Muh Anwar. HM.
Dalam sambutannya, Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, SE., MM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan ini. Beliau menekankan bahwa pintu STIMI YAPMI selalu terbuka lebar untuk para santri yang ingin melanjutkan perjuangan menuntut ilmu di bangku kuliah, khususnya dalam mendalami ilmu manajemen. Menurutnya, kombinasi antara akhlak pesantren dan ilmu manajemen modern adalah kunci utama melahirkan pemimpin masa depan yang amanah.
“Kehadiran anak-anakku para santri dari Ponpes Al-Istiqamah Ngata Baru merupakan sebuah kehormatan besar bagi kami di STIMI YAPMI Makassar. Pesantren adalah rahim dari karakter-karakter unggul bangsa, dan ketika nilai spiritual tersebut dipadukan dengan ilmu manajemen yang kami bina di sini, insya Allah akan lahir para manajer dan entrepreneur Muslim yang tangguh, profesional, serta berintegritas tinggi,” ujar Dr. Ibrahim Syah dengan penuh optimisme.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, Ibu Adrianah, S.Pd., M.Pd, memaparkan kesiapan akademis kampus dalam menyambut dan membimbing lulusan pesantren. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan di STIMI YAPMI dirancang adaptif, inklusif, dan mampu mengakomodasi potensi besar yang dimiliki oleh para santri agar bisa bersaing di era digital tanpa kehilangan jati diri religiusnya.

“Secara akademik, kami sangat siap memfasilitasi transformasi para santri menjadi kaum intelektual. Kami melihat potensi disiplin, kemandirian, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa pada diri santri Ponpes Al-Istiqamah. Di STIMI YAPMI, potensi itu akan kita asah lebih tajam melalui program-program akademik yang komprehensif, sehingga mereka siap menghadapi tantangan global pasca-nyantri nanti,” jelas Ibu Adrianah.
Sementara itu, Kaprodi Manajemen STIMI YAPMI Makassar, Dr. Muh Anwar. HM, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya penguasaan ilmu tata kelola bagi generasi muda pesantren. Beliau menyoroti bahwa santri hari ini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus melek manajemen dan memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) agar mampu menggerakkan ekonomi umat secara mandiri dan berkelanjutan.
“Selamat datang para santri pilihan di kampus kami. Di era modern ini, dakwah tidak hanya dilakukan di atas mimbar, tetapi juga melalui kemandirian ekonomi dan tata kelola organisasi yang profesional. Melalui program studi Manajemen, kami berkomitmen mencetak ‘Santri-Preneur’ yang tidak hanya ahli dalam memimpin lembaga, tetapi juga mahir mengelola bisnis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Dr. Muh Anwar. HM.
Mendapat sambutan yang begitu luar biasa dan penuh kehangatan dari unsur pimpinan tinggi kampus, Ustaz Syarif Hidayat selaku pembina santri mengungkapkan rasa haru dan terima kasih yang mendalam. Dirinya mengaku tidak menyangka bahwa kunjungan silaturahmi ini akan diterima dengan begitu sakral, ramah, dan penuh dengan fasilitas diskusi yang mencerahkan bagi anak didik mereka.
“Kami sangat terharu dan berterima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa dari Bapak Ketua, Ibu Waka 1, dan Bapak Kaprodi STIMI YAPMI Makassar. Keramahan yang kami terima hari ini sungguh di luar ekspektasi. Ini bukan sekadar penerimaan tamu formal, melainkan pelukan hangat seorang ayah dan ibu akademis kepada anak-anaknya yang datang dari jauh untuk belajar. Energi positif ini membuat anak-anak kami semakin bersemangat menatap masa depan,” ungkap Ustaz Syarif Hidayat yang diangguki oleh Ustadzah Anthie.
Kunjungan yang berlangsung khidmat ini sejatinya memiliki maksud dan tujuan yang sangat strategis. Selain sebagai sarana studi banding untuk memperluas wawasan santri mengenai dunia pendidikan tinggi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan orientasi nyata tentang relevansi ilmu manajemen di luar bilik pesantren. Melalui interaksi langsung ini, para santri diharapkan mendapatkan gambaran utuh mengenai bagaimana merencanakan karier akademik dan profesi mereka secara matang selepas lulus dari pondok.
Dampak jangka panjang dari pertemuan ini diproyeksikan akan sangat masif bagi kedua belah pihak. Bagi Ponpes Al-Istiqamah Ngata Baru, kunjungan ini membuka akses jejaring pendidikan tinggi yang bermutu bagi para alumninya kelak di Sulawesi Selatan. Sedangkan bagi STIMI YAPMI Makassar, jalinan kerja sama ini semakin mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis lembaga-lembaga pendidikan Islam dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.
Pertemuan lintas institusi ini diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara para santri dengan jajaran pimpinan, foto bersama di area ikonik kampus, serta penyerahan cinderamata sebagai simbol penguat ukhuwah Islamiyah dan komitmen kemitraan pendidikan. Langkah awal yang diayunkan dari Ngata Baru ke Makassar pada hari ini diharapkan menjadi jembatan emas lahirnya generasi emas Indonesia yang memadukan kekuatan zikir, pikir, dan manajemen yang andal.






















Discussion about this post