BERITAPERS || GOWA — Komitmen berkelanjutan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menata masa depan generasi bangsa menorehkan raport yang sangat impresif. Kerja keras lintas sektor dalam memburu penurunan angka tengkes (stunting) di butta Gowa sukses menunjukkan tren deflasi yang sangat positif dan signifikan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data monitoring kesehatan daerah, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa berhasil ditekan drastis dari angka mengkhawatirkan sekitar 33 persen pada tahun 2022, meluncur turun hingga menyentuh angka kisaran 17 persen. Capaian gemilang ini menjadi indikator otentik dari keberhasilan orkestrasi kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemda, tenaga medis, organisasi profesi, kader Posyandu di akar rumput, hingga kesadaran kolektif masyarakat.
Merespons capaian tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis, melayangkan peringatan agar tren positif ini tidak membuat jajaran dinas terkait dan para kader kesehatan terlena atau berpuas diri. Ia menegaskan bahwa intervensi menyeluruh terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tetap menjadi harga mati dan kunci utama melahirkan generasi emas Gowa yang kompetitif.
“Fase perkembangan otak anak yang terjadi secara optimal di awal kehidupannya akan menentukan silsilah kecerdasan, daya serap belajar, produktivitas kerja, hingga kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh karena itu, investasi peradaban terbaik yang bisa kita berikan hari ini adalah menjamin hak setiap anak Gowa untuk tumbuh dan berkembang tanpa bayang-bayang stunting,” ujar Andy Azis saat memberikan pengarahan, Sabtu (13/6/2026).
Memaksimalkan Periode Emas dan Imunisasi Zero Dose
Lebih jauh, Sekda Gowa menguraikan bahwa periodisasi 1.000 HPK—dimulai sejak anak berada di dalam kandungan hingga menginjak usia dua tahun—merupakan golden period (masa emas) yang tidak akan pernah terulang kedua kalinya. Pada fase krusial ini, pasokan nutrisi makro dan mikro, pemberian stimulasi psikososial, serta proteksi ketat dari paparan penyakit infeksi menular wajib dipenuhi secara mutlak.
Selain kesuksesan mereduksi stunting, Kabupaten Gowa di bawah kendali dinas kesehatan setempat juga mencatatkan prestasi paralel yang tidak kalah mentereng di sektor imunisasi. Program kejar imunisasi nasional yang menyasar anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar sama sekali (zero dose) dilaporkan telah bergerak masif hingga realisasinya melampaui target kuota yang dipatok pemerintah pusat.
Kendati banjir raport hijau, Andy Azis mengingatkan bahwa tantangan pemenuhan hak kesehatan anak ke depan kian kompleks seiring dinamika lingkungan. Penguatan sinergitas segitiga emas antara birokrasi pemerintah, kalangan akademisi, fasilitas kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit), serta organisasi profesi kedokteran harus terus dirawat secara berkala demi mengunci tren positif ini tetap stabil.
Komitmen IDAI Sulsel dalam Pengawalan Medis di Lapangan
Gayung bersambut, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan, dr. Idham Jaya Ganda, melayangkan penegasan mengenai komitmen korps dokter spesialis anak untuk terus berdiri di garda terdepan mendampingi ibu dan anak di Kabupaten Gowa.
Bagi dr. Idham, menekan kurva kesakitan (morbiditas) dan angka kematian anak (mortalitas) tidak bisa diletakkan di atas pundak sektor medis semata, melainkan butuh kerja gotong royong karena anak-anak hari ini adalah pemegang kendali kemajuan Indonesia di masa depan.
”IDAI berkomitmen penuh memberikan sumbangsih keilmuan dan pengabdian klinis terbaik di lapangan. Kami pastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk merengkuh hak biologis mereka: tumbuh sehat, berkembang dengan postur ideal, dan cerdas,” tegas dr. Idham jaya Ganda.
Sinergitas nyata tersebut diimplementasikan secara konkret dalam momentum perayaan HUT ke-72 IDAI yang dipusatkan di Kabupaten Gowa. Organisasi para dokter anak ini menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan klinis, mulai dari pelaksanaan workshop penanganan kegawatdaruratan bayi baru lahir (neonatal) khusus bagi para bidan dan perawat, hingga penyuluhan edukasi gizi bagi kaum ibu di berbagai pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Gowa.





















Discussion about this post