BERITAPERS || ROMA, ITALIA – Minggu, 28 Juni 2026. Gelombang aksi mogok nasional yang melibatkan ribuan pekerja mengguncang berbagai wilayah di Italia. Aksi yang digelar secara serentak di sekitar 57 kota tersebut menjadi salah satu demonstrasi buruh terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Para peserta menuntut pemerintah Italia segera menghentikan seluruh bentuk hubungan diplomatik, ekonomi, komersial, dan militer dengan Israel, sebagai bentuk protes terhadap perang yang masih berlangsung di Jalur Gaza.
Aksi tersebut diprakarsai oleh Serikat Buruh Dasar Italia (Unione Sindacale di Base/USB) bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan kelompok solidaritas Palestina. Selain menyerukan penghentian perang di Gaza, para demonstran juga menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai terus meningkatkan anggaran pertahanan dan persenjataan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.
Dalam berbagai titik aksi, massa membawa spanduk, bendera Palestina, serta poster berisi tuntutan agar pemerintah Italia mengambil sikap politik yang lebih tegas terhadap konflik di Timur Tengah. Mereka juga menyerukan penghentian segala bentuk kerja sama yang dianggap berkontribusi terhadap operasi militer Israel.
Aksi mogok nasional tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas publik di sejumlah kota besar. Berbagai layanan transportasi umum mengalami gangguan operasional akibat banyaknya pekerja yang ikut dalam aksi. Selain itu, sektor logistik, pendidikan, hingga sejumlah layanan publik juga dilaporkan mengalami perlambatan karena partisipasi pekerja dalam pemogokan.
Sejumlah jadwal perjalanan kereta api, bus, dan layanan transportasi lainnya mengalami penyesuaian. Aktivitas distribusi barang di beberapa pusat logistik juga dilaporkan terganggu, sementara sejumlah sekolah dan kantor pelayanan publik beroperasi secara terbatas.
Dalam pernyataan resminya, USB menegaskan bahwa pemerintah Italia harus segera menghentikan seluruh bentuk dukungan politik maupun militer yang dinilai dapat memperpanjang konflik bersenjata di Gaza. Serikat pekerja tersebut juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam mendukung upaya perdamaian dan perlindungan terhadap warga sipil.
Menurut USB, kebijakan pemerintah yang terus meningkatkan belanja militer justru memperbesar beban masyarakat. Mereka menilai anggaran negara seharusnya lebih difokuskan untuk memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, serta membantu masyarakat menghadapi tingginya biaya hidup.
Serikat pekerja itu juga menyoroti meningkatnya harga energi, tekanan inflasi, dan menurunnya daya beli masyarakat yang dinilai semakin memperberat kondisi ekonomi rakyat. Dalam pandangan mereka, alokasi anggaran untuk kebutuhan militer dan berbagai komitmen internasional di bidang pertahanan berpotensi mengurangi ruang fiskal bagi program-program kesejahteraan masyarakat.
Para demonstran menyatakan bahwa pekerja dan masyarakat umum tidak seharusnya menjadi pihak yang menanggung konsekuensi dari kebijakan yang berorientasi pada peningkatan belanja pertahanan. Mereka meminta pemerintah lebih mengutamakan investasi pada pelayanan publik, penciptaan lapangan kerja, peningkatan upah, serta perlindungan sosial.
Aksi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik internasional terhadap situasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Sejumlah organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional sebelumnya telah berulang kali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta mendorong penghentian kekerasan melalui jalur diplomasi.
Hingga aksi berlangsung, pemerintah Italia belum mengumumkan perubahan kebijakan terkait hubungan diplomatik maupun kerja sama dengan Israel. Namun, gelombang demonstrasi ini menunjukkan semakin kuatnya tekanan dari berbagai elemen masyarakat yang menginginkan pemerintah mengambil sikap yang lebih tegas terhadap konflik yang terus berlangsung.
Pengamat menilai aksi mogok nasional tersebut tidak hanya mencerminkan solidaritas terhadap Palestina, tetapi juga menjadi bentuk kritik terhadap kebijakan domestik pemerintah, khususnya terkait prioritas anggaran negara. Isu kesejahteraan pekerja, tingginya biaya hidup, serta pelayanan publik menjadi bagian penting dari tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut.
Mogok nasional ini sekaligus menjadi salah satu demonstrasi terbesar yang dilakukan kalangan buruh Italia dalam beberapa tahun terakhir, dengan tuntutan yang menggabungkan isu kemanusiaan internasional dan persoalan sosial-ekonomi di dalam negeri. Para penyelenggara menyatakan akan terus mengawal aspirasi tersebut melalui berbagai aksi lanjutan apabila pemerintah dinilai belum memberikan respons terhadap tuntutan yang mereka sampaikan. (MLP)






















Discussion about this post