Beritapers.com, Gaza- Di saat jutaan muslim di dunia bersiap menyambut malam pertama Ramadan dengan sukacita, rakyat Gaza justru menyambutnya dengan duka. Agresi Israel tak juga reda bahkan kian menjadi. Empat jenazah syuhada tiba di Kompleks Medis Nasser, setelah serangan udara menghantam kawasan sekitar Rumah Potong Hewan Turki, sebelah barat Kota Khan Younis. Tak hanya itu, pemboman juga menyasar tenda-tenda pengungsi di sejumlah titik, termasuk di Khan Younis dan Jabalia.
Sumber lapangan mengonfirmasi bahwa pesawat tempur Israel membombardir tenda-tenda yang dihuni warga sipil yang sudah terusir. Di barat Kamp Jabalia, serangan menargetkan sekelompok warga di Persimpangan Enam Telekomunikasi. Akibatnya, sejumlah tenda ludes terbakar dan korban berjatuhan ada yang gugur, ada yang terluka, semua adalah warga biasa yang hanya ingin bertahan hidup.
Ironisnya, serangan ini terjadi tepat saat Gaza bersiap memasuki malam pertama Ramadan. Bulan suci yang seharusnya menjadi ruang rahmat dan kedamaian, di Gaza justru diawali dengan peluru dan asap. Israel kembali menunjukkan pengabaiannya terhadap perjanjian yang telah ditandatangani, dengan dalih yang tak pernah jelas dan aksi yang tak pernah berhenti.
Menghadapi eskalasi yang terus berlangsung ini, YPSP mendesak masyarakat internasional, pemerintah negara-negara Islam, dan semua pihak yang masih memiliki nurani, untuk tidak lagi diam. Bukan sekadar imbauan, diperlukan tekanan nyata agar agresi terhadap rakyat Gaza dihentikan. Israel harus dipaksa menghormati perjanjian dan menghentikan penargetan terhadap warga sipil.
Karena di Gaza, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan luka dan kehilangan.


















Discussion about this post