BERITAPERS || MIAMI – Timnas Inggris memastikan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (11/7) waktu setempat. Dua gol Jude Bellingham menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung sengit dan sarat drama, sekaligus mengakhiri perjalanan impresif Norwegia di turnamen ini.
Norwegia tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu unggulan turnamen. Pasukan Martin Ødegaard bahkan lebih dulu memimpin pada menit ke-36 melalui Andreas Schjelderup. Gol tersebut sempat membuat para pendukung Inggris terdiam, sementara Erling Haaland dan rekan-rekannya terus memberikan tekanan sepanjang pertandingan.
Namun, mental juara yang dimiliki The Three Lions kembali terlihat. Tepat sebelum turun minum, Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang yang menghidupkan kembali asa Inggris. Memasuki babak kedua, kedua tim saling menciptakan peluang, tetapi kokohnya pertahanan dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap bertahan hingga waktu normal berakhir.
Pada babak tambahan waktu, ketika kondisi fisik para pemain mulai menurun, Bellingham kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Morgan Rogers, pemain Real Madrid itu mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan dramatis Inggris 2-1.
Meski tersingkir, Norwegia meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan kebanggaan. Tim Skandinavia yang kembali tampil di Piala Dunia setelah penantian panjang mampu memberikan kejutan besar sepanjang turnamen, termasuk menyingkirkan Brasil pada fase gugur. Permainan disiplin dan penuh determinasi membuat mereka mendapatkan apresiasi luas dari pecinta sepak bola dunia.
Bagi Inggris, kemenangan ini membuka peluang besar untuk kembali merebut trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka raih pada 1966. Di semifinal, The Three Lions akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Swiss.
Apabila Argentina berhasil lolos, dunia sepak bola akan kembali disuguhkan salah satu rivalitas paling ikonik dalam sejarah. Inggris dan Argentina memiliki sejarah panjang yang selalu sarat emosi, terutama setelah perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, ketika gol kontroversial “Hand of God” dan gol solo spektakuler Diego Maradona menjadi bagian dari sejarah sepak bola. Pertandingan itu berlangsung hanya empat tahun setelah Perang Falklands (Malvinas) 1982, sehingga tensi politik dan emosional ikut mewarnai rivalitas kedua negara. Sejak saat itu, setiap pertemuan Inggris dan Argentina di panggung dunia selalu menjadi sorotan. (Perlu dicatat, Inggris dan Argentina belum pernah bertemu di semifinal Piala Dunia; laga paling terkenal terjadi pada perempat final 1986, bukan semifinal.)
Jika duel tersebut benar-benar terwujud di Atlanta, pertandingan nanti bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Laga itu juga akan menjadi babak baru dari rivalitas klasik yang telah menghiasi sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun, kali ini dengan generasi baru yang dipimpin Jude Bellingham di kubu Inggris dan Lionel Messi bersama Argentina. (MLP)






















Discussion about this post