BERITAPERS || PAREPARE – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan asistensi pengamanan di Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), Jalan Andi Cammi, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sistem pengamanan terhadap objek vital nasional sekaligus memastikan seluruh standar keamanan di kawasan pelabuhan berjalan secara optimal.
Tim Ditpamobvit Polda Sulsel dipimpin langsung oleh AKP Suryanto didampingi Iptu Marwa, Aipda Syamsu Alam, dan Brigpol Dewi. Kedatangan tim disambut oleh jajaran Polres Parepare dan pengelola pelabuhan yang turut mendampingi pelaksanaan asistensi di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Samapta Polres Parepare AKP Muhammad Habir, S.H., Kanit Samapta Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Ipda Harjuna, Ps. Kanit Pengamanan Objek Vital Polres Parepare Aipda Ecky Enoc, S.H., M.H., serta perwakilan PT Pelindo, yakni Effendi, Muhammad Yasin, A.Md., dan Burhan.
Dalam sambutannya, Kasat Samapta Polres Parepare AKP Muhammad Habir menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan asistensi yang dilakukan Ditpamobvit Polda Sulsel. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara Polda Sulsel, Polres Parepare, dan pihak pengelola pelabuhan dalam menjaga keamanan objek vital nasional.
“Kami mengucapkan selamat datang di Kota Parepare. Terima kasih atas kunjungannya. Kami siap mendampingi tim dalam melakukan pengecekan seluruh fasilitas pengamanan yang ada di kawasan Pelabuhan Nusantara sehingga dapat memberikan masukan demi peningkatan sistem keamanan yang lebih baik,” ujar AKP Muhammad Habir.
Selama kegiatan berlangsung, tim Ditpamobvit melakukan audit terhadap sistem manajemen pengamanan, penilaian risiko (risk assessment), serta pengawasan terhadap pelaksanaan operasional pengamanan di lingkungan pelabuhan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap fasilitas, prosedur keamanan, hingga kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.
AKP Suryanto menjelaskan bahwa asistensi tersebut bertujuan memastikan seluruh sistem pengamanan di Pelabuhan Nusantara Parepare telah memenuhi ketentuan dan standar yang ditetapkan bagi Objek Vital Nasional (Obvitnas).
“Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan pembinaan agar seluruh sistem pengamanan berjalan sesuai standar. Setelah dilakukan pengecekan, Alhamdulillah fasilitas pengamanan di pelabuhan ini sudah sangat memadai, mulai dari perangkat X-Ray hingga sistem Integrated Planning and Control yang mendukung pengawasan operasional secara terpadu,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan teknologi pendukung tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mendeteksi berbagai potensi ancaman serta meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap arus barang dan penumpang di kawasan pelabuhan.
Sementara itu, AKP Muhammad Habir juga mengungkapkan bahwa efektivitas penggunaan perangkat X-Ray di Pelabuhan Nusantara Parepare telah terbukti dalam mendukung pengungkapan tindak pidana narkotika. Salah satu keberhasilan yang menonjol adalah terungkapnya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 44 kilogram beberapa bulan lalu.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem pengamanan modern, didukung sinergi antara kepolisian dan pengelola pelabuhan, mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mencegah masuknya barang-barang terlarang melalui jalur transportasi laut.
Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan seluruh unsur pengamanan di kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare semakin meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan objek vital nasional yang memiliki peran strategis terhadap kelancaran distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Usai menyelesaikan seluruh rangkaian asistensi dan evaluasi di Pelabuhan Nusantara Parepare, tim Ditpamobvit Polda Sulawesi Selatan melanjutkan agenda pembinaan berikutnya menuju wilayah Belawa, Kabupaten Wajo, untuk melaksanakan kegiatan serupa pada objek vital lainnya.(**)






















Discussion about this post