BERITAPERS || LUWU UTARA, – Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan melalui Subdit Ekonomi Dit Intelkam Polda Sulsel terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di Desa Kanandede, Kecamatan Rongkong, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geotermal) di Kabupaten Luwu Utara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan dialog bersama Pemerintah Desa Kanandede, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda yang digelar di Desa Kanandede, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Panit 2 Subdit Ekonomi Dit Intelkam Polda Sulsel, IPDA Eddy Saputra Julian, S.AN, Kepala Desa Kanandede, Sdr. Tandiama, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Dalam kesempatan itu, IPDA Eddy Saputra Julian, SH menyampaikan bahwa pengembangan proyek geothermal merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan proyek tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tetap mengedepankan dialog, musyawarah, dan komunikasi yang baik dalam menyikapi setiap perkembangan yang berkaitan dengan rencana pembangunan geothermal. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama yang berpotensi memicu keresahan maupun konflik sosial,” ujar IPDA Eddy Saputra Julian.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan pandangan terhadap suatu kebijakan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihormati. Namun demikian, setiap bentuk penyampaian aspirasi, termasuk yang dilakukan oleh elemen mahasiswa maupun kelompok yang memiliki pandangan berbeda terhadap rencana pembangunan geothermal, diharapkan tetap dilakukan secara damai, mengedepankan komunikasi dan dialog yang konstruktif, sehingga tidak berkembang menjadi potensi konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Luwu Utara.
Selain itu, komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan diharapkan terus terjalin dengan baik agar setiap tahapan pembangunan dapat dipahami secara menyeluruh. Pelaksanaan proyek juga diharapkan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat, aspek pelestarian lingkungan hidup, serta memberikan manfaat nyata melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesempatan kerja bagi warga lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Kanandede, Sdr. Tandiama, menyampaikan bahwa secara umum masyarakat Desa Kanandede memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan proyek geothermal.
“Sekitar 99 persen masyarakat Desa Kanandede menerima rencana pembangunan proyek geothermal. Kami berharap pelaksanaannya tetap mengedepankan kepentingan masyarakat, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi warga desa,” ungkapnya.
Dalam dialog tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapan agar proses pembangunan dilaksanakan secara transparan dengan tetap memperhatikan hak masyarakat yang lahannya terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perusahaan diharapkan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal serta menyediakan program pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat Desa Kanandede dapat berpartisipasi secara langsung dalam setiap tahapan pembangunan.
Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana terbuka, komunikatif, dan penuh keakraban. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang efektif antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Diharapkan, sinergi yang telah terjalin mampu mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang tetap aman dan kondusif selama proses rencana pembangunan proyek geothermal di Kabupaten Luwu Utara.





















Discussion about this post