BERITAPERS || PAREPARE – UPTD RSUD Andi Makkasau Kota Parepare terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menggelar Pelatihan Service Excellence, Komunikasi Efektif, dan Penanganan Komplain yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 21–22 Juli 2026, di Aula RSUD Andi Makkasau.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, SE., MH, dan diikuti oleh jajaran tenaga kesehatan, tenaga medis, tenaga penunjang, serta pegawai RSUD Andi Makkasau. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis rumah sakit dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien.
Dalam sambutannya, Wali Kota Parepare menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas maupun kompetensi medis, tetapi juga oleh sikap dan cara petugas berinteraksi dengan pasien serta keluarganya.
Menurutnya, penerapan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) harus menjadi karakter dan kebiasaan setiap insan rumah sakit. Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi pelayanan prima yang mampu menghadirkan rasa nyaman, aman, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah.
“Pasien datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan dan pelayanan terbaik. Karena itu, layani setiap orang tanpa membedakan latar belakangnya. Bangun komunikasi yang baik, tunjukkan empati, dan jadikan prinsip 5S sebagai budaya kerja. Melayani masyarakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi amal jariyah apabila diniatkan dengan ikhlas,” ujar Tasming Hamid.
Ia juga mengakui bahwa tenaga kesehatan menghadapi tekanan dan beban kerja yang tinggi setiap hari. Namun demikian, profesionalisme harus tetap dijaga sehingga kondisi tersebut tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Masyarakat akan selalu mengingat bagaimana mereka diperlakukan saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, selain kompetensi medis, keramahan, kepedulian, dan komunikasi yang efektif harus menjadi kekuatan utama RSUD Andi Makkasau dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Hj. Muliana, Sp.M., M.Kes, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam membangun budaya pelayanan prima yang berkesinambungan di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, pelayanan prima bukan sekadar slogan, melainkan budaya organisasi yang harus dipahami, dihayati, dan diterapkan oleh seluruh pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pasien memperoleh pengalaman pelayanan yang terbaik sejak pertama kali datang hingga menyelesaikan proses perawatan. Karena itu, seluruh pegawai perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mampu memberikan pelayanan dengan empati, serta memiliki keterampilan dalam menangani berbagai keluhan secara profesional,” ungkap dr. Muliana.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam memenuhi Standar Akreditasi Rumah Sakit (STARKES). Materi yang diberikan difokuskan pada penguatan elemen Hak Pasien dan Keterlibatan Keluarga (HPK), Komunikasi dan Edukasi (KE), serta Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) sebagai indikator penting dalam penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, RSUD Andi Makkasau menghadirkan Professional Speaker Dr. Dra. Irwani Pane, S.Psi., M.I.Kom., LCPC., C.AC.C., Tr.C.MC., C.PSP. sebagai narasumber utama.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai pembangunan mindset pelayanan prima, teknik komunikasi efektif dalam menghadapi pasien dan keluarga pasien, strategi membangun hubungan interpersonal yang positif, hingga metode profesional dalam menangani komplain sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan.
Melalui pendekatan yang interaktif, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga mengikuti simulasi pelayanan dan studi kasus yang menggambarkan berbagai situasi nyata di lingkungan rumah sakit. Metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengambil keputusan, menyelesaikan permasalahan pelayanan, serta menjaga kepuasan pasien tanpa mengabaikan standar keselamatan.
Pelaksanaan pelatihan ini sekaligus menjadi bukti komitmen RSUD Andi Makkasau dalam mewujudkan patient-centered care, yaitu pelayanan kesehatan yang menempatkan pasien sebagai pusat dari seluruh proses pelayanan. Dengan pendekatan tersebut, setiap aspek pelayanan tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional, psikologis, komunikasi, serta kenyamanan pasien dan keluarganya.
Melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara berkelanjutan, RSUD Andi Makkasau optimistis mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, profesional, berintegritas, serta memenuhi harapan masyarakat Kota Parepare. Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang mengedepankan empati, komunikasi yang efektif, dan pelayanan yang cepat, tepat, serta berorientasi pada keselamatan pasien, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah terus meningkat. (MLP)






















Discussion about this post