BERITAPERS.COM || TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar terus mengakselerasi penguatan sektor pertanian secara komprehensif dari hulu ke hilir. Kebijakan strategis ini tidak hanya berfokus pada penyediaan air irigasi, melainkan mencakup pendistribusian benih unggul, alat mesin pertanian (alsintan), irigasi perpompaan (irpom), perbaikan jalan usaha tani, hingga penyediaan fasilitas pascapanen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Takalar, H. Parawangsa, mengungkapkan bahwa arah kebijakan Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., berfokus pada peningkatan produktivitas serta pemeliharaan nilai tambah produk pertanian warga.
”Alhamdulillah, pada Tahun Anggaran 2026 ini Kabupaten Takalar mendapatkan berbagai program bantuan dari Kementerian Pertanian RI, mulai dari alsintan, benih padi dan jagung, dryer, irpom, jalan tani, bibit cabai, serta sarana pendukung lainnya,” ujar H. Parawangsa, Jumat (18/9/2026).
Pada sektor infrastruktur pengairan, Pemkab Takalar merealisasikan pembangunan jaringan irigasi tersier di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Pembangunan ini ditargetkan mampu menyuplai kebutuhan air untuk sekitar 470 hektare lahan persawahan yang tersebar di 47 titik layanan irigasi.
Selain infrastruktur budidaya, Pemkab Takalar memberikan perhatian khusus pada efisiensi penanganan pascapanen guna menjaga kualitas mutu gabah dan jagung. Saat ini, sedang dibangun dua unit dryer (mesin pengering) modern, masing-masing dryer jagung berkapasitas 10 ton per hari dan dryer padi berkapasitas 30 ton per hari, serta beberapa unit tambahan yang tengah diproses Kementan.
”Yang kita dorong bukan hanya bagaimana petani menghasilkan produksi, tetapi bagaimana hasil panennya bisa ditangani dengan baik. Fasilitas pascapanen seperti dryer harus didedikasikan dekat dengan kelompok tani,” tegas Bupati Takalar Daeng Manye.
Melalui sinergi erat antara Pemkab Takalar dan pemerintah pusat, bantuan sarana dan prasarana pertanian diharapkan dapat dikawal secara ketat agar tepat sasaran serta berdampak langsung pada kesejahteraan para petani di Kabupaten Takalar.










