BERITAPERS || Makassar – Komandan Barisan Tanggap Bencana (BTB) Bulukumba, Awal Ruse, menekankan pentingnya respon cepat yang dibarengi dengan empati dalam menghadapi situasi bencana. Hal ini ia sampaikan saat memberikan arahan kepada peserta Pelatihan Manajemen Bencana Dasar yang digelar oleh BTB Makassar.
Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 29 hingga 31 Mei 2025, bertempat di kawasan wisata Pantai Indah Bosowa, Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan relawan dari berbagai kelurahan di Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Awal Ruse menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis para relawan, tetapi juga membangun kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar. Ia menilai bahwa dalam banyak kejadian bencana, kehadiran relawan yang cepat dan peduli menjadi faktor penentu penyelamatan.
“Kecepatan bertindak itu penting, tetapi tidak cukup tanpa empati. Relawan harus bisa membaca situasi sosial di sekelilingnya. Itulah makna dari tanggap bencana yang sesungguhnya,” ungkap Awal di hadapan para peserta.
Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas antarwarga, khususnya dalam lingkup komunitas masing-masing. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Mulailah dari keluarga, tetangga, dan lingkungan terdekat. Jika semua orang memiliki rasa tanggung jawab sosial, maka risiko bencana bisa ditekan lebih dini,” tambahnya.
BTB Bulukumba hadir dalam pelatihan ini sebagai bagian dari sinergi antarwilayah yang terus dibangun oleh organisasi relawan ini. Kehadiran mereka juga menjadi contoh nyata betapa pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam memperkuat jaringan tanggap bencana.
Kegiatan pelatihan melibatkan berbagai sesi, mulai dari teori dasar kebencanaan, simulasi evakuasi, hingga praktik lapangan yang bertujuan untuk melatih ketangguhan fisik dan mental para peserta. Fasilitator berasal dari kalangan praktisi, akademisi, dan instruktur profesional kebencanaan.
Peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan kebencanaan secara intensif dan merasa mendapatkan banyak wawasan baru.
BTB Makassar menyatakan bahwa pelatihan ini akan menjadi agenda rutin yang digelar secara berkala dengan skala yang lebih luas. Mereka menargetkan terbentuknya tim relawan tangguh di setiap kelurahan di Kota Makassar.
Selain pelatihan teknis, BTB juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi gerakan relawan. Hal ini sejalan dengan misi organisasi yang menempatkan kepedulian sosial sebagai inti dari setiap aksi kemanusiaan.
Dengan pelatihan ini, BTB berharap dapat mencetak relawan yang siap menghadapi berbagai kondisi darurat, baik secara fisik maupun psikologis, serta mampu menjadi pelopor kepedulian di tengah masyarakat.










