Beritapers.com.Makassar.— Setelah lebih dari satu dekade menjadi ruang interaksi virtual, Grup WhatsApp Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) akhirnya menginisiasi pertemuan tatap muka yang terbuka bagi seluruh anggotanya.Ajakan ini muncul sebagai refleksi atas dinamika panjang yang terjadi di dalam grup tersebut selama kurang lebih 11 tahun terakhir.
Grup yang beranggotakan hampir 1.000 alumni ini dikenal aktif sebagai wadah berbagi informasi, diskusi, hingga perdebatan hangat. Tidak jarang, perbedaan pendapat memicu reaksi beragam dari para anggota—mulai dari yang santai menerima kritik, hingga yang tersulut emosi dan memilih keluar dari grup.
“Selama ini banyak cerita—ada yang maccalla, ada juga yang maggolla. Tapi justru di situlah warna dari grup ini,” ungkap Muhamad Ramli yang biasa disapa (MRR) dalam keterangannya 30 Maret 2026.
Fenomena keluar-masuk anggota juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan grup tersebut. Sebagian memilih hengkang karena tidak nyaman dengan dinamika diskusi, sementara lainnya menghilang secara perlahan setelah kepentingan pribadi—seperti pencalonan dalam kontestasi politik atau keterlibatan sebagai tim sukses—telah tercapai.
Di sisi lain, grup ini juga kerap menjadi arena diskusi serius, bahkan hingga memanas. Perdebatan tajam dan saling serang argumen tidak jarang terjadi, terkadang hingga membuka hal-hal yang seharusnya tetap menjadi ranah privat. Namun, semua itu berlangsung di ruang digital—tanpa tatap muka, tanpa jabat tangan, dan tanpa ekspresi nyata.
Melihat dinamika tersebut, Muhammad Ramli menginisiasi pertemuan langsung yang diharapkan dapat mempererat kembali hubungan antaralumni.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Senin malam, 30 Maret 2026 pukul 19.30 WITA, bertempat di Red Corner, Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar. Para alumni diimbau untuk menunaikan salat Isya terlebih dahulu sebelum bergabung, baik di rumah maupun di masjid sekitar lokasi.
Acara ini dikemas secara sederhana dan egaliter. Tidak ada sekat jabatan, status sosial, maupun latar belakang profesi. Semua peserta hadir sebagai alumni, dengan semangat kebersamaan.
“Tidak ada pejabat, tidak ada atasan atau bawahan, tidak ada tokoh maupun selebriti. Kita semua datang sebagai alumni. Yang ada hanya rasa hormat dari junior ke senior, dan kasih sayang dari senior ke junior,” tulis MRR dalam undangan tersebut.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga diharapkan menjadi ruang bertukar ide dan gagasan segar yang dapat memberikan makna lebih dalam kehidupan para alumni ke depan.
Dengan suasana santai di lantai satu lokasi acara, para peserta diharapkan dapat menikmati kebersamaan yang selama ini hanya terjalin di dunia maya, kini diwujudkan dalam interaksi nyata yang lebih hangat dan bermakna.





















Discussion about this post