Kebijakan lain yang juga diapresiasi adalah keterbukaan informasi publik dan respons cepat terhadap keluhan masyarakat. Menurut Aimal, keterlibatan aktif kepala daerah dalam mendengar langsung suara warga memberi efek psikologis positif dalam membangun kepercayaan publik.
Ia pun menambahkan bahwa gebrakan awal pasangan Firdaus–Hengky ini diharapkan terus berlanjut dan tidak hanya berhenti pada program jangka pendek. Konsistensi dan keberlanjutan, kata Aimal, menjadi kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Aimal juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk terus mengawal dan memberi masukan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan. “Kritik itu penting, tapi apresiasi juga perlu jika memang ada kinerja yang layak diapresiasi,” katanya.
Di tengah tantangan daerah yang kompleks, Aimal menilai duet kepemimpinan Firdaus–Hengky mampu menghadirkan nuansa baru dalam birokrasi pemerintahan yang lebih responsif dan terbuka.
Sebagai jurnalis, ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah dan media bisa terus ditingkatkan demi membangun Takalar yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.
“Seratus hari hanyalah permulaan. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga ritme positif ini demi kesejahteraan rakyat Takalar,” tutup Aimal.(KML)










