“Beliau menyampaikan agar tidak ada penyambutan. Beliau tidak ingin ada seremonial atau acara yang berlebihan,” kata Andi Makkasau.
Awalnya, Andi Makkasau mengaku bingung dengan keputusan Andi Utta untuk tidak disambut secara meriah. Namun, setelah lebih memahami, ia menyadari makna di balik keputusan tersebut.
“Kami baru sadar, padahal kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ini membuktikan bahwa beliau adalah pemimpin yang lebih mengedepankan kinerja daripada sekadar seremonial,” ujarnya.










