BERITAPERS – Aparatur Sipil Negara (ASN) memegang peran strategis dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan nasional. Karena itu, ASN dituntut untuk menjunjung tinggi kedisiplinan dan memiliki etos kerja yang kuat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM saat memimpin Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Takalar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Senin (5/5/2025).
“Dengan ketekunan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan positif. Bahkan kita akan merasa ada yang kurang jika tidak menjalankannya. Seperti halnya dalam melaksanakan shalat, jika tertunda, maka timbul rasa kegelisahan,” ujarnya.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti pentingnya perubahan perilaku ASN, terutama terkait kehadiran dan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar ASN tidak hanya datang untuk absen atau bahkan menitip absen, lalu meninggalkan kantor.
“Kita harus evaluasi hal ini. Disiplin dan kehadiran adalah poin utama. Jika masih ditemukan ASN yang melakukan pelanggaran, akan ada sanksi tegas. Kita tidak bisa maju jika terus membiarkan kebiasaan seperti ini,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Bupati menyatakan bahwa Pemkab Takalar akan segera menerapkan sistem absensi sidik jari (fingerprint). Teknologi biometrik ini akan digunakan untuk mencatat kehadiran ASN secara akurat dan mencegah praktik manipulasi absen.
“Fingerprint akan memastikan tidak ada lagi ASN yang datang terlambat atau absen tanpa kejelasan. Ini bagian dari upaya membentuk budaya kerja yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh ASN Takalar dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan semangat kerja dalam melayani masyarakat.
“ASN Takalar harus memiliki skill, pengetahuan, serta komitmen yang tinggi agar daerah kita bisa semakin maju dan berkembang,” tutup Daeng Manye.










