BeritaPers – Makassar, Gemuruh antusiasme mewarnai Ballroom Hotel Grand Imawan Lt III Pengayoman Makassar pada Sabtu, 29 November 2025. Ratusan peserta memadati lokasi untuk mengikuti Workshop Hypnoteaching bertema “Unleash Your Brain Power: Menguak Rahasia Pikiran Bawah Sadar untuk Belajar Cerdas dan Efektif”. Namun, di balik kesuksesan acara besar ini, ada kisah menarik dari tim panitia muda yang berasal dari dua kampus berbeda, yang dikoordinasikan oleh Coach Muh Anwar. HM, CEO ITMT Indonesia.
Sebagai Penanggung Jawab, CEO ITMT Indonesia, sekaligus Trainer/Pemateri utama, Coach Muh Anwar. HM memiliki alasan kuat memberdayakan talenta-talenta muda ini. “Ini bukan sekadar event,” ujarnya. “Ini adalah laboratorium kepemimpinan dan loyalitas. Menggaet dua kampus berbeda, STIMI YAPMI Makassar dan Prodi MPI FTK UINAM, adalah sengaja. Saya ingin mereka mengalami tantangan nyata, membangun kerjasama solid, dan menanamkan loyalitas yang mutlak dibutuhkan dalam manajemen apapun.”
Proses pemilihan panitia ternyata jauh dari kata formal. Angkilang, S.Pd., M.Pd., Co-Trainer ITMT Indonesia yang juga bertindak sebagai Moderator, dikenang sebagai sosok yang paling santai. Pria kelahiran Bontoparang, 30 Januari 1998, yang telah lama mendampingi Coach Anwar ke berbagai daerah, hanya tertawa lepas. “Tegang? Biasa saja. Sama Coach Anwar, tegang itu kayak snack wajib di setiap event. Justru yang lucu itu, pas mau naik panggung, Coach bisik, ‘Tolong buat pesertanya nggak ngantuk, Kilang!’ Padahal materinya sudah padat. Pressure yang kocak!”
Lain halnya dengan mahasiswa UINAM. Luthy Al-Faruqi, pemuda kelahiran Sidrap, 19 Mei 2005, pembaca do’a yang masih semester 1 MPI, mengaku tegang bercampur haru. “Awalnya serius banget, saya ditunjuk mendadak. Gimana kalau salah? Tapi Coach Anwar bilang, ‘Do’a yang tulus itu lebih penting dari kefasihan. Anggap saja ini doa untuk masa depan kuliahmu.’ Seketika tegang hilang, berganti jadi tanggung jawab serius tapi nyantai.”
Begitu juga dengan Muh Husain Behesty, Mahasiswa semester I, kelahiranTakalar, 16 April 2005 sebagai pembaca qalam ilahi. “Malam sebelum acara, saya latihan terus sampai subuh. Pas ditunjuk, rasanya campur aduk. Tegang karena ini event besar, tapi kocak karena teman-teman lain sudah bilang, ‘Suaramu itu yang buat kita masuk surga!’ Wah, jadi beban sekaligus pujian.”

Dari STIMI YAPMI Makassar, A. Mardiyah Adhilah Ridwan, Gadis kelahiran Makassar, 31 Desember 2004 yang saat ini duduk di semester 1 STIMI YAPMI Makassar, sang Master of Ceremony (MC), punya cerita unik. “Ditunjuk sebagai MC di event yang pesertanya ratusan itu rasanya kayak mau ikut audisi stand-up comedy tapi materi harus ilmiah. Awalnya tegang, saya terus menghafal script. Tapi Coach Anwar menyuruh saya rileks dan menjadi diri sendiri. Katanya, ‘MC yang bagus itu bukan yang sempurna, tapi yang bisa membuat audiens merasa nyaman dan tertawa.’ Sejak itu, saya bawa santai dan Alhamdulillah, berhasil.”
Sementara Alfin seorang pemuda yang juga duduk di semester 1 STIMI YAPMI Makassar, kelahiran Makassar, 16 Agustus 2006 ditunjuk sebagai Koordinator Panitia menunjukkan sisi serius. “Menjadi koordinator berarti bertanggung jawab atas segalanya. Penunjukan ini terasa seperti ujian loyalitas. Saya harus memastikan semua berjalan lancar, agar kepercayaan Coach Anwar tidak sia-sia. Ini pengalaman yang sangat berharga dalam membangun jiwa kepemimpinan.”
Keterlibatan mahasiswa dari dua institusi berbeda ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pimpinan kampus. Sekretaris Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) FTK UINAM menyampaikan, “Kami bangga melihat mahasiswa semester awal kami sudah terlibat dalam event sebesar ini. Ini adalah bukti nyata bahwa teori di kelas bisa langsung diimplementasikan. Coach Anwar telah memberikan wadah yang luar biasa bagi mereka untuk mengasah soft skills dan membangun jaringan. Pengalaman ini jauh lebih berharga daripada seratus teori.”
Senada dengan itu, Ketua STIMI YAPMI Makassar memberikan pujian khusus. “Mahasiswa kami, baik MC maupun Koordinator, telah menunjukkan profesionalisme dan loyalitas yang patut diacungi jempol. Kerjasama solid antara mereka dan rekan-rekan dari UINAM adalah cerminan manajemen tim yang efektif. Kami melihat ini sebagai model sinergi kampus dan praktisi yang ideal. Selamat untuk seluruh panitia, kalian adalah masa depan manajemen event yang cerdas dan efektif!”.
Antusiasme tidak hanya datang dari pihak panitia. Para peserta yang hadir juga memberikan tanggapan positif yang luar biasa. Salah seorang peserta guru yang hadir dari Kabupaten Gowa, , menyatakan, “Materi tentang menguak rahasia pikiran bawah sadar untuk belajar cerdas ini benar-benar membuka mata. Saya akan menerapkan teknik hypnoteaching ini segera di kelas. Ini bukan hanya tentang mengajar, tapi tentang bagaimana memberdayakan potensi terbaik siswa. Salut untuk Coach Anwar dan panitia yang mampu mengorganisir acara seprofesional ini!”
Kehadiran para panitia muda, yang enerjik dan sigap, turut memberikan suasana yang berbeda. Mereka membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya cakap di bidang akademik, tetapi juga piawai dalam manajemen organisasi dan komunikasi interpersonal. Keberhasilan mereka menjaga alur acara, mulai dari registrasi hingga sesi tanya jawab, mencerminkan hasil didikan dan pemberdayaan yang efektif dari Coach Anwar, yang memang selalu berupaya menciptakan trainer dan event organizer muda yang handal dan berkarakter.
Secara keseluruhan, Workshop Hypnoteaching “Unleash Your Brain Power” bukan hanya sukses secara jumlah peserta, tetapi juga berhasil menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi antar kampus, dan loyalitas yang kuat pada tim panitia mudanya. Ini adalah sebuah kisah tentang bagaimana soft skill dan hard skill bertemu di bawah bimbingan seorang trainer berpengalaman, menghasilkan sinergi sempurna yang patut dijadikan contoh. Acara ini ditutup dengan harapan besar agar semangat belajar cerdas dan efektif terus menular ke seluruh lapisan pendidikan di Indonesia.






















Discussion about this post