BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Muhammad Yusri Yunus, SKM, M.Kes., melaksanakan kunjungan monitoring dan evaluasi (Monev) ke Puskesmas Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Selasa, (8/7/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program di bawah Bidang P2P serta memberikan pengarahan langsung kepada para penanggung jawab program. Dalam kegiatan tersebut, rombongan disambut oleh Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes., beserta jajaran tenaga kesehatan.
Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah peninjauan terhadap inovasi BUSER DESA (Buru Sergap Desa), sebuah program berbasis aplikasi yang dikembangkan oleh Puskesmas Lanrisang. Program ini dinilai sangat efektif dalam mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan, khususnya dalam deteksi dini dan penanganan penyakit di wilayah pedesaan.
Kami sangat mengapresiasi inovasi BUSER DESA. Ini adalah langkah nyata dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pelayanan primer, yang tentu sangat membantu percepatan capaian program kesehatan, ujar Muhammad Yusri Yunus saat memberikan pengarahan.

BUSER DESA merupakan layanan jemput bola berbasis digital yang memungkinkan tenaga kesehatan menjangkau masyarakat secara langsung di desa-desa, melakukan skrining, edukasi, serta intervensi terhadap penyakit menular maupun tidak menular.
Puskesmas Lanrisang juga memaparkan sejumlah capaian positif, seperti peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, penemuan kasus TBC yang lebih cepat, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat berkat dukungan program edukasi lapangan.
Kepala Puskesmas Lanrisang, drg. Bertha Yestiani, M.Kes., menyampaikan bahwa kehadiran Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan. Menurutnya, BUSER DESA lahir dari kebutuhan untuk menjangkau pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan merata di wilayah pedesaan.
Kami menyadari tantangan layanan kesehatan di daerah terpencil cukup kompleks. Maka dari itu, BUSER DESA kami rancang sebagai solusi kolaboratif antara tenaga kesehatan dan masyarakat berbasis teknologi informasi, jelas Bertha Yestiani.
Kegiatan Monev kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi bersama seluruh penanggung jawab program, sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan sinergi antarunit kerja di tingkat layanan dasar. (MLP)





















Discussion about this post