Dr. Helmy menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah tidak terletak di pemerintahan, tetapi dari diri sendiri ke komunitas, RT, dan RW.
Strategi utama DLH adalah mendorong pengelolaan sampah secara komunal atau per kelurahan. Nantinya, sampah tidak akan langsung dibawa ke TPA, melainkan dikumpulkan, dipilah, atau di-klasterisasi lalu dibawa ke pengelolaan masing-masing di tingkat kelurahan atau bank sampah.
“Setiap kompleks ada minimal 1 bank sampah untuk mengelola sampah dan itu yang kita harapkan,” jelasnya, sembari menegaskan fokus akan beralih ke bagian hulu melalui program peningkatan bank sampah, komposting, biopori, magot, dan ember tumpuk yang dilakukan di tingkat komunitas.
Sebagai penutup, ia berharap ilmu yang didapatkan peserta workshop dapat membuka pandangan. “Mereka menyebarkan ke orang lain dan ini bisa segera diterapkan di masing-masing kantornya,” tutupnya, menjadikan peserta sebagai agen perubahan.
(Rafi)





















Discussion about this post