BERITAPERS || Makassar — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Gelombang I sebagai langkah awal memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam pelaksanaan salah satu agenda statistik terbesar di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aerotel Smile Makassar ini diikuti oleh 164 petugas yang terdiri atas 136 Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan 28 Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML), yang seluruhnya berasal dari mitra BPS Kabupaten Sinjai.
Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, yang akan memotret kondisi dan perkembangan seluruh aktivitas ekonomi di Indonesia. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPS Kabupaten Sinjai, H. Syamsuddin, dan dihadiri oleh Kanit Tipidkor Polres Sinjai, Ipda Andi Akdar, jajaran panitia serta peserta pelatihan, Senin (1/6/2026).
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Mayang Rizqia Diningtyas, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS. Kegiatan ini bertujuan menyediakan data dasar seluruh sektor ekonomi sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.
Menurutnya, sensus ekonomi kali ini akan menghasilkan berbagai informasi strategis, mulai dari struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan yang kini menjadi perhatian dalam pembangunan berkelanjutan.
“Sensus Ekonomi menjadi sangat penting karena dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi banyak perubahan di tengah masyarakat, mulai dari pola konsumsi, pergeseran struktur lapangan usaha, hingga perubahan pola tenaga kerja. Seluruh perubahan tersebut harus tercatat dan terukur secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Mayang menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada petugas mengenai konsep, definisi, serta tata cara pengisian instrumen pendataan sehingga proses pencacahan di lapangan dapat berjalan seragam dan menghasilkan data yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sinjai, H. Syamsuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kualitas sebuah sensus sangat bergantung pada kualitas petugas yang terlibat di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memahami setiap materi yang diberikan.
Menurutnya, data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pemberdayaan pelaku usaha di berbagai sektor.
“Data yang dikumpulkan oleh petugas nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Karena itu, setiap data yang dicatat harus akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa petugas sensus merupakan representasi BPS di lapangan yang akan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha. Oleh sebab itu, integritas, profesionalisme, dan etika dalam menjalankan tugas harus selalu dijaga.
“Kita tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap statistik resmi negara. Kepercayaan itu harus dijaga melalui kerja yang profesional, jujur, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syamsuddin berharap para petugas mampu memahami dinamika lapangan dan menjalin komunikasi yang baik dengan responden agar proses pendataan berjalan lancar. Ia optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sinjai dapat berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas tinggi yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara akurat.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode hybrid yang mengombinasikan pembelajaran daring dan luring. Sebelum mengikuti sesi tatap muka, seluruh peserta telah mengikuti pembelajaran Massive Open Online Course (MOOC) selama tiga hari, mulai 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan klasikal secara langsung selama empat hari, dari 1 hingga 4 Juni 2026.
Melalui pelatihan ini, BPS Kabupaten Sinjai berharap seluruh petugas memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan pendataan secara profesional. Dengan dukungan petugas yang terlatih dan berintegritas, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat, komprehensif, dan relevan sebagai pijakan bagi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.
(Rafi)





















Discussion about this post