BERITAPERS || Makassar – Dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, dukungan dan ucapan testimoni mengalir dari sejumlah kelompok mantan narapidana terorisme (eks napiter) dan eks Jamaah Islamiyah (JI) di Sulawesi Selatan.
Mereka menyampaikan pesan persatuan, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Dengan slogan “Sulsel Merah Putih untuk Negeri”, para eks napiter dan eks JI menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mereka mengajak masyarakat untuk terus berkarya, bersatu, dan mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam memperkokoh persatuan.
“Jiwa kebangsaan harus terus tumbuh. Kita bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Mari kita lanjutkan semangat kemerdekaan ini dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap para tokoh dalam testimoni yang disampaikan.
Ucapan testimoni ini dinilai sebagai wujud nyata perubahan positif dan komitmen para eks napiter serta eks JI untuk berkontribusi pada kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mereka berharap semangat merah putih dapat menyatukan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang.
Adapun tokoh yang memberikan testimoni dukungan antara lain:
Suryadi Mashud, Ketua Yayasan Rumah Moderasi (eks napiter asal Sulsel)
Risal, Sekretaris Yayasan Rumah Moderasi (eks napiter asal Sulsel)
Abdul Muhaimin, mantan anggota Jamaah Islamiyah (Sekretaris JI Wilayah Sulawesi Selatan, Maluku, dan Bima)
Dalam pesannya, mereka menegaskan siap berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan, serta membantu memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka!” seru mereka serempak, menyemarakkan peringatan kemerdekaan dengan penuh rasa bangga dan nasionalisme.










