Beritapers– Bantaeng, 31 Oktober 2025,Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Hasanuddin, melaksanakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Berbasis Masyarakat: Pengembangan Sentra Bisnis Diversifikasi Produk Olahan Buah Nanas UMKM Radja Nanas, Dampang, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun pendanaan 2025 melalui skema Hibah Kemdiktisaintek (BIMA). Program ini berfokus pada penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal serta peningkatan daya saing melalui penerapan teknologi dan strategi bisnis sederhana.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Jumat, 31 Oktober 2025, bertempat di UMKM Radja Nanas, mulai pukul 09.00 Wita. Acara dibuka secara resmi oleh tim pengabdi, dan dihadiri oleh pemilik UMKM Radja Nanas, Jufri, S.E., serta sejumlah penyuluh pertanian dari Kelurahan Gantarangkeke dan warga sekitar, dengan total peserta sebanyak 25 orang. Turut hadir pula mahasiswa yang berperan aktif membantu jalannya kegiatan, baik dalam dokumentasi maupun pendampingan teknis selama pelaksanaan.
Dalam sesi utama kegiatan, Wiwin Riski Windarsari, S.E., M.M., yang juga merupakan dosen Universitas Negeri Makassar sekaligus anggota tim pengabdi, bertindak sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyusunan Business Plan Bersama UMKM Radja Nanas: Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran.”
Melalui kegiatan ini, peserta dilatih untuk memahami langkah-langkah penyusunan business plan yang efektif, menganalisis peluang pasar, dan merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik produk lokal, khususnya olahan buah nanas. Diskusi juga mencakup peluang inovasi produk turunan nanas yang bernilai tambah serta strategi memperkuat identitas merek lokal.
Menurut Wiwin Riski Windarsari, penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan seperti ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. “UMKM lokal memiliki potensi besar jika mampu membaca kebutuhan pasar dan berinovasi dalam produk serta pemasaran. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha untuk naik kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Jufri, S.E., selaku pemilik UMKM Radja Nanas, menyampaikan apresiasi atas dukungan tim pengabdi Universitas Hasanuddin. Ia menilai kegiatan ini memberikan banyak manfaat praktis bagi pengembangan usaha, khususnya dalam memahami aspek pemasaran dan perencanaan bisnis yang lebih sistematis.
Kegiatan ini diketuai oleh A. Hermina Julyaningsih, S.TP., M.Si., yang menegaskan bahwa program pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk pendampingan berkelanjutan. “Kami berharap pendampingan ini mampu membantu pelaku UMKM Radja Nanas dalam memperluas jaringan usaha dan menciptakan produk olahan nanas yang berdaya saing tinggi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdi berharap sinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya mengembangkan potensi lokal yang berkelanjutan di Kabupaten Bantaeng.
(Ahmad munawir)





















Discussion about this post