BERITAPERS || Sinjai Timur — Di bawah kepemimpinan Musrafil, Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sinjai Timur terus menunjukkan taringnya dengan terobosan inovatif. Di tahun kedua kepengurusan mereka, sebuah gerakan masif bertajuk “Jelajah Sampah Pesisir” digalakan, menggandeng Karang Taruna Mangrove Desa Tongke-Tongke. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026, di wilayah pesisir Desa Tongke-Tongke.
Antusiasme terlihat jelas saat Wakil Bupati Sinjai secara langsung membuka acara, didampingi oleh OPD terkait, Forkopincam Sinjai Timur, Pemerintah Desa Tongke-Tongke, serta perwakilan dari berbagai organisasi kemahasiswaan, organisasi sekolah, dan masyarakat luas yang turut bergabung.
Wakil Bupati Sinjai dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya menggelorakan budaya memelihara lingkungan dari pencemaran. “Sinjai ini harus dipelihara keindahannya, maka kebiasaan memilah sampah harus dimulai dari rumah tangga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tingginya sebaran sampah di Desa Tongke-Tongke dan berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.
Musrafil, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sinjai Timur, yang ditemui di lokasi, menyatakan bahwa gerakan ini adalah bentuk empati terhadap kondisi wilayah pesisir yang kian tercemar oleh limbah sampah. “Iya, ini adalah gerakan edukatif agar masyarakat kita semakin terdidik tentang pentingnya menjaga lingkungan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Mangrove Desa Tongke-Tongke, Faisal Setiawan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebutnya sebagai bentuk kekuatan dalam memerangi sampah yang kian memprihatinkan. “Kami berharap kegiatan jelajah sampah ini bukan yang terakhir di Tongke-Tongke. Kami berkomitmen ke depannya, Karang Taruna siap menjadikan Tongke-Tongke desa nol sampah,” pungkas Faisal dengan optimis.
Kegiatan “Jelajah Sampah Pesisir” ini dirancang sangat menarik dengan serangkaian agenda, mulai dari Apel bersama, pembersihan dan pemilahan sampah, penimbangan, hingga penjualan sampah. Musrafil menambahkan bahwa adanya kegiatan ini memunculkan bentuk ekonomi sirkular (Kurangi, Guna Ulang, Daur Ulang).
“Saya kira ini selaras dengan prinsip Islam Berkemajuan yang diusung oleh Pemuda Muhammadiyah dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi umat,” jelas Musrafil.
Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada DLHK Kabupaten Sinjai yang telah memfasilitasi kegiatan mereka. “Bagi saya, DLHK adalah mitra yang terus mendukung upaya pengelolaan lingkungan,” ucap Musrafil.
Pihak DLHK Kabupaten Sinjai turut menurunkan Tim Pemilahan dan Penimbangan. Hasil kerja keras para peserta terbukti membuahkan hasil: 108 Trash Bag sampah berhasil dikumpulkan, dengan rincian 200 Kg sampah residu dan 50 Kg sampah yang dapat dijual dan langsung dibeli oleh Bank Sampah Induk DLHK Kabupaten Sinjai. Sebuah langkah nyata menuju Sinjai yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Penulis: Rafiuddin || Editor: Kemal || Admin: Rafiuddin




















Discussion about this post